Baim Wong Terancam Hukuman Penjara Maksimal 10 Tahun Gara-Gara Konten Prank KDRT

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 20:15 WIB
loading...
Baim Wong Terancam Hukuman Penjara Maksimal 10 Tahun Gara-Gara Konten Prank KDRT
Baim Wong dan Paula Verhoeven telah dilaporkan ke pihak berwajib gara-gara konten ngeprank polisi yang mereka buat. Foto/Instagram
A A A
JAKARTA - Baim Wong dan Paula Verhoeven telah dilaporkan ke pihak berwajib gara-gara konten ngeprank polisi yang mereka buat. Konten itu direkam di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Tim kuasa hukum polisi, Prabowo Febrianto, melaporkan Baim Wong dan Paula Verhoeven. Prabowo mengatakan, Baim dan Paula akan dijerat beberapa pasal.

Baca Juga: Kapolsek Kebayoran Lama Beberkan Kronologi Baim Wong Prank Polisi soal KDRT Paula

"Kalau 220 KUHP, ya termasuk ringan ya karena di bawah 5 tahun penjara. Tapi kalau pasal 14 ayat 1 Undang-Undang No 1 tahun 1946 itu, barang siapa menyiarkan pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat atau umum dihukum penjara setinggi-tingginya 10 tahun. Berarti kalau lebih dari lima tahun bukan ringan lagi," beber Parbowo.

Menurut Prabowo, konten yang dibuat Baim itu masuk dalam pasal 14 ayat 1 Undang-Undang No 1 tahun 1946 yakni pemberitaan bohong.

"Kita ambil pasal 14 ayat 1 Undang-Undang No 1 tahun 1946. Kenapa? Karena itu sudah tersebar dan termasuk berita bohong," kata Prabowo.

Baca Juga: Sempat Diingatkan Paula, Baim Wong Tetap Ngotot Buat Video Prank KDRT

Tak hanya itu, kasus tersebut juga masuk dalam pasal 27 ayat 3 karena mendistribusikan dan menyebarkan video.

"Yang sebenarnya menurut saya mencemarkan citra polisi, jadi wajar kita somasi dengan beragam pasal untuk beri tahu kepolisian bahwa aspek hukum dari tim legal kita ada di pasal 1 27 ayat 3, 220 KUHP dan pasal 14 ayat 1," tutur Prabowo.

Kendati demikian, gugatan pasal yang dilayangkan dalam laporan itu masih dugaan pelanggaran aspek hukum, yang nantinya tergantung kasusnya sampai ke sidik, penyidik, atau berhenti di lidik.

"Kalau yang pasal 27 itu kita hanya berikan legal opinion ke tim penyidik nanti. Ketika gelar perkara itulah yang akan kita perdebatkan di sana masuk nggak nih. Kalau menurut tim saya sih semua masuk karena kita sudah siapkan potongan video. Apa yang dia ucapkan harus di-translate di hadapan penyidik, tapi balik lagi ke penyidik nanti," pungkasnya.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1337 seconds (10.55#12.26)