Film Mila Kunis 'Luckiest Girl Alive' Dikecam, Dinilai Picu Trauma Korban Kekerasan Seksual
Minggu, 16 Oktober 2022 - 15:05 WIB
loading...
Film barat Luckiest Girl Alive yang dibintangi Mila Kunis menuai kritik karena dinilai sebagai pemicu trauma bagi para penyintas kekerasan seksual. Foto/IMDb
A
A
A
JAKARTA - Film barat Luckiest Girl Alive menuai kritik karena dinilai sebagai pemicu trauma bagi para penyintas kekerasan seksual. Pasalnya, film tersebut dianggap mengekspos penonton dengan adegan brutal kekerasan seksual.
Pada trailer-nya, terlihat seorang editor majalah tengah berada di sekitaran Kota New York dengan sabuk Gucci. Tidak banyak menggambarkan kebiadaban, tapi setelah menonton filmnya, Anda akan melihat itu bukanlah satu-satunya masalah.
Film yang dibintangi Mila Kunis dan tayang di Netflix itu merupakan adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Jessica Knoll. Novel tersebut mengisahkan jurnalis Ani Fanelli yang terlibat dalam salah satu penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Baca Juga: 7 Film Kekerasan Seksual Berlatar di Sekolah dan Tempat Kerja
Sejak saat itu, wanita berusia 28 tahun tersebut mencoba untuk menemukan kembali dirinya sebagai wanita karier yang sukses di New York dengan tunangannya yang kaya raya.
Namun, semua itu dipertaruhkan ketika seseorang mulai menyelidiki masa lalu Ani, dan terungkap bahwa dia menjadi sasaran intimidasi kejam di sekolah oleh beberapa korban dalam penambakan tersebut. Dan yang paling mengerikan, dia diperkosa beramai-ramai.
Pada trailer-nya, terlihat seorang editor majalah tengah berada di sekitaran Kota New York dengan sabuk Gucci. Tidak banyak menggambarkan kebiadaban, tapi setelah menonton filmnya, Anda akan melihat itu bukanlah satu-satunya masalah.
Film yang dibintangi Mila Kunis dan tayang di Netflix itu merupakan adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Jessica Knoll. Novel tersebut mengisahkan jurnalis Ani Fanelli yang terlibat dalam salah satu penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Baca Juga: 7 Film Kekerasan Seksual Berlatar di Sekolah dan Tempat Kerja
Sejak saat itu, wanita berusia 28 tahun tersebut mencoba untuk menemukan kembali dirinya sebagai wanita karier yang sukses di New York dengan tunangannya yang kaya raya.
Namun, semua itu dipertaruhkan ketika seseorang mulai menyelidiki masa lalu Ani, dan terungkap bahwa dia menjadi sasaran intimidasi kejam di sekolah oleh beberapa korban dalam penambakan tersebut. Dan yang paling mengerikan, dia diperkosa beramai-ramai.
Lihat Juga :