Ibu Positif Covid-19 Tetap Bisa Lahirkan Bayi Sehat
Senin, 06 Juli 2020 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, dr. Eric juga mengingatkan akan krusialnya asupan gizi saat kehamilan. Dimulai dari kebutuhan karbohidrat, lemak, serat, vitamin, mineral, dan air putih. Jangan lupa mencukupi kebutuhan hidrasi tubuh sebab ibu hamil seringkali buang air kecil dan berisiko dehidrasi. (Baca juga: 8 Tempat yang Belu Dibuka di Jakarta Selama PSBB Transisi)
Sebaiknya selama kehamilan hindari dulu makanan dari luar terutama makanan cepat saji. Terlebih di masa pandemik seperti sekarang. Lebih baik memasak makanan sendiri sehingga keamanannya lebih terjamin. Olahraga tidak boleh dilupakan. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan berstamina. Ibu hamil bisa melakukan olahraga seperti berenang, yoga, senam hamil, maupun jalan pagi.
Selain itu, hindari penggunaan sepatu berhak tinggi, berlatih teknik pernapasan bagi ibu hamil yang akan melakukan persalinan normal, dan istirahat yang cukup. Menurut dr. Eric istirahat yang cukup amat penting saat ini dan hindari begadang. Perlu diketahui, kebutuhan akan nutrisi mikro saat hamil juga meningkat.
Dikatakan Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K), jika ibu hamil kekurangan nutrisi mikro, maka bisa berdampak buruk bagi janin. "Dampaknya seperti kelainan plasenta dan perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan bayi meninggal dalam kandungan," katanya dalam diskusi yang diadakan SGM Bunda.
Maka itu, ia sambung, persiapan yang baik harus dilakukan pada masa kehamilan. Mulai dari persiapan fisik yang baik dan juga kecukupan nutrisi untuk mendukung agar janin dapat tumbuh sehat dan siap menjadi anak generasi di masa depan. Penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kualitas asupan makanan sehari-hari dengan menu makanan yang seimbang.
Mitos Seputar Kehamilan
Dalam kegiatan Webinar yang diadakan RS Pondok Indah Group, dr. Eric Kasmara, Sp.OG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah membeberkan beberapa informasi kurang tepat yang beredar di masyarakat dan masih diyakini. Antara lain anjuran minum air kelapa guna mempermudah proses persalinan, keharusan melakukan persalinan secara C-Section jika persalinan sebelumnya juga dilakukan secara sesar, atau keyakinan bahwa ibu hamil yang positif COVID-19 akan melahirkan bayi yang juga positif Covid-19.
Sebaiknya selama kehamilan hindari dulu makanan dari luar terutama makanan cepat saji. Terlebih di masa pandemik seperti sekarang. Lebih baik memasak makanan sendiri sehingga keamanannya lebih terjamin. Olahraga tidak boleh dilupakan. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan berstamina. Ibu hamil bisa melakukan olahraga seperti berenang, yoga, senam hamil, maupun jalan pagi.
Selain itu, hindari penggunaan sepatu berhak tinggi, berlatih teknik pernapasan bagi ibu hamil yang akan melakukan persalinan normal, dan istirahat yang cukup. Menurut dr. Eric istirahat yang cukup amat penting saat ini dan hindari begadang. Perlu diketahui, kebutuhan akan nutrisi mikro saat hamil juga meningkat.
Dikatakan Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K), jika ibu hamil kekurangan nutrisi mikro, maka bisa berdampak buruk bagi janin. "Dampaknya seperti kelainan plasenta dan perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan bayi meninggal dalam kandungan," katanya dalam diskusi yang diadakan SGM Bunda.
Maka itu, ia sambung, persiapan yang baik harus dilakukan pada masa kehamilan. Mulai dari persiapan fisik yang baik dan juga kecukupan nutrisi untuk mendukung agar janin dapat tumbuh sehat dan siap menjadi anak generasi di masa depan. Penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kualitas asupan makanan sehari-hari dengan menu makanan yang seimbang.
Mitos Seputar Kehamilan
Dalam kegiatan Webinar yang diadakan RS Pondok Indah Group, dr. Eric Kasmara, Sp.OG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah membeberkan beberapa informasi kurang tepat yang beredar di masyarakat dan masih diyakini. Antara lain anjuran minum air kelapa guna mempermudah proses persalinan, keharusan melakukan persalinan secara C-Section jika persalinan sebelumnya juga dilakukan secara sesar, atau keyakinan bahwa ibu hamil yang positif COVID-19 akan melahirkan bayi yang juga positif Covid-19.
Lihat Juga :