Gangguan Ginjal Akut pada Anak Jarang Ternyata Sering Terjadi Setiap Tahun
Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
"Terjadi lonjakan kasus akibat cemaran senyawa, sehingga bukan karena Covid-19 atau vaksinasi maupun infeksi Covid-19. Kemenkes terus melakukan investigasi dengan penelitian-penelitian, dan akhirnya menjuru ke adanya toksikasi senyawa yaitu etilen glikol," paparnya.
Hal senada ditegaskan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam darah anak-anak terbukti ditemukan senyawa yang diklaim berbahaya yakni etilen glikol. Sehingga dapat dipastikan bahwa rusaknya ginjal karena senyawa tersebut.
Baca juga: Kemenkes Sebut Varian XBB Tidak Lebih Ganas dan Tak Mematikan
"Jauh lebih pasti dibandingkan sebelumnya, karena memang terbukti di anak anak ada. Di darah anak terbukti mengandung senyawa ini (etilen glikol)," jelas Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022.
Hal senada ditegaskan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam darah anak-anak terbukti ditemukan senyawa yang diklaim berbahaya yakni etilen glikol. Sehingga dapat dipastikan bahwa rusaknya ginjal karena senyawa tersebut.
Baca juga: Kemenkes Sebut Varian XBB Tidak Lebih Ganas dan Tak Mematikan
"Jauh lebih pasti dibandingkan sebelumnya, karena memang terbukti di anak anak ada. Di darah anak terbukti mengandung senyawa ini (etilen glikol)," jelas Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022.
(nug)
Lihat Juga :