Direkomendasikan WHO, Efektivitas Antidote Fomepizole di Atas 90%
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:12 WIB
loading...
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa WHO telah menganjurkan penggunaan Antidote Fomepizole sebagai penawar untuk gangguan ginjal akut pada anak. / Foto: ilustrasi/freepik
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut menganjurkan penggunaan Antidote Fomepizole sebagai penawar untuk gangguan ginjal akut pada anak.
Kementerian Kesehatan pun mempergunakan Antidote Fomepizole sebagai pengobatan. Namun, di sisi lain, masyarakat masih mempertanyakan kemanjurannya.
"Obat Antidote penawar ini sudah direkomendasikan oleh WHO, dan efektivitas di atas 90%, dan digunakan karena memang sudah siap," jelas Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia secara daring, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Agar Penyebab Gangguan Ginjal Akut Temui Titik Terang, Perusahaan Farmasi Didorong Lakukan Ini
Dalam praktiknya, penawar ini sudah diberikan ke pasien-pasien gagal ginjal akut anak di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Jakarta.
Penawar ini digunakan sebagai treatment bagi pasien-pasien yang dalam proses penyembuhan. Hasilnya pun cukup baik, sebagian anak dikabarkan membaik, dan sebagiannya lagi dalam kondisi stabil.
Fakta tersebut mendorong Kemenkes untuk memesan kembali sebanyak 200 vial.
Kementerian Kesehatan pun mempergunakan Antidote Fomepizole sebagai pengobatan. Namun, di sisi lain, masyarakat masih mempertanyakan kemanjurannya.
"Obat Antidote penawar ini sudah direkomendasikan oleh WHO, dan efektivitas di atas 90%, dan digunakan karena memang sudah siap," jelas Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia secara daring, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Agar Penyebab Gangguan Ginjal Akut Temui Titik Terang, Perusahaan Farmasi Didorong Lakukan Ini
Dalam praktiknya, penawar ini sudah diberikan ke pasien-pasien gagal ginjal akut anak di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Jakarta.
Penawar ini digunakan sebagai treatment bagi pasien-pasien yang dalam proses penyembuhan. Hasilnya pun cukup baik, sebagian anak dikabarkan membaik, dan sebagiannya lagi dalam kondisi stabil.
Fakta tersebut mendorong Kemenkes untuk memesan kembali sebanyak 200 vial.
Lihat Juga :