Kenapa Produk yang Mengandung Benzena Dinilai Membahayakan?

Rabu, 26 Oktober 2022 - 07:57 WIB
loading...
Kenapa Produk yang Mengandung...
Benzena dinilai sebagai bahan yang membahayakan, bahkan masuk dalam daftar 70 zat berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). / Foto: ilustrasi/freepik.com
A A A
ATLANTA - Unilever Amerika Serikat melakukan penarikan sejumlah produk samponya lantaran mengandung benzena dengan kadar tinggi.

Benzena dinilai sebagai bahan yang membahayakan , bahkan masuk dalam daftar 70 zat berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerangkan, benzena yang terhirup atau tercerna dalam tubuh dapat memperlambat jumlah sel darah merah yang diproduksi sumsum tulang, yang mana kondisi ini menyebabkan anemia.

Baca juga: Unilever AS Tarik Produk Shampoo Kering Berisiko Kanker, BPOM: Tak Terdaftar di Indonesia

"Benzena juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengubah kadar antibodi dalam darah," sebut CDC, seperti dilansir Washington Post yang dikutip Rabu (26/10/2022).

Orang yang menghirup benzena dalam kadar tinggi dapat mengalami kondisi mengantuk, pusing dan bingung, mengalami sakit kepala, detak jantung tidak teratur, dan tremor.

Paparan benzena yang banyak dapat menyebabkan muntah, pusing, kantuk, dan kejang-kejang. Paparan langsung benzena ke mata, kulit, atau paru-paru dapat merusak jaringan dan menyebabkan iritasi.

"Beberapa wanita yang terpapar benzena tingkat tinggi memiliki periode menstruasi yang tidak teratur dan ukuran ovarium yang mengecil. Tidak diketahui apakah paparan benzena juga memengaruhi perkembangan janin pada wanita hamil dan kesuburan pria," tambah CDC.

Di sisi lain, ahli kimia kosmetik dan asisten profesor di Universitas Cincinnati, Kelly Dobos membeberkan bahwa benzena sangat berbahaya. Itu kenapa perusahaan kosmetik memiliki staf ahli toksikologi.

"Mereka melakukan penelitian ekstensif untuk memastikan produk aman sampai ke konsumen," ungkapnya.



Dobos menyarankan, jika Anda menggunakan produk aerosol, gunakan produk tersebut di area berventilasi baik atau buka jendela saat pemakaian.

Sementara itu, Unilever mengeluarkan pernyataan resmi bahwa munculnya benzena dalam beberapa produk keluarannya disinyalir akibat bahan baku propelan yang dipasok dari pihak luar. Saat ini penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan.

FDA menyarankan, masyarakat yang menggunakan produk sampo yang terbukti mengandung benzena agar berhenti memakainya, dan diminta kunjungi laman UnileverRecall.com untuk instruksi penggantian.

Paparan benzena dapat menyebabkan kanker termasuk leukimia hingga kanker darah, serta gangguan darah yang mengancam nyawa.

Baca juga: Tingkatkan Risiko Kanker, Produk yang Gunakan Benzena Tidak Boleh Disepelekan

Kendati demikian, Unilever mengklaim bahwa paparan harian terhadap benzena dalam produk yang ditarik tidak diperkirakan akan menyebabkan konsekuensi kesehatan yang merugikan.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Sudah Dinyatakan...
Meski Sudah Dinyatakan Sembuh Kanker Bisa Muncul Lagi, Ini Penjelasan Dokter
Waspada! Risiko Kanker...
Waspada! Risiko Kanker Mengintai di Balik Lezatnya Daging Olahan
Jangan Gunakan Whip...
Jangan Gunakan Whip Pink Sembarangan! Bahaya Hipoksia Mengintai
Produk Skincare Daviena...
Produk Skincare Daviena Ditarik BPOM, Owner Tetap Promosi dan Hapus Komentar Warganet
U-Pro x ASLI Perkuat...
U-Pro x ASLI Perkuat Strategi Industri Laundry
Tak Berizin, Inhaler...
Tak Berizin, Inhaler Hong Thai yang Diklaim Herbal Diblacklist BPOM
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Lowongan Unilever Future...
Lowongan Unilever Future Leaders Programme 2026 Dibuka, Fresh Graduate dan Profesional Muda Bisa Daftar
13,5 Ton Cengkeh Asal...
13,5 Ton Cengkeh Asal Indonesia Terkontaminasi Zat Radioaktif Cesium-137
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Berita Terkini
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Kenny Austin Nikmati...
Kenny Austin Nikmati Peran Dokter Bagas di Tobat Jatuh Cinta, Akui Betah Main Komedi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved