Ingat! Pemarah Berisiko Tinggi Alami Masalah Jantung Fatal
Minggu, 30 Oktober 2022 - 06:36 WIB
loading...
Seorang yang pemarah berisiko lebih tinggi mengalami masalah jantung yang parah. Foto/ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kemarahan adalah hal umum dan bisa menjadi indikator sehat dari masalah yang perlu dipecahkan. Tapi terlalu banyak kemarahan bisa menjadi buruk bagi kesehatan. Bahkan, pemarah berisiko lebih tinggi mengalami masalah jantung yang parah.
Dilansir dari Express, Sabtu (29/10/2022) kemarahan menempatkan tubuh pada kewaspadaan tinggi. Saat Anda sedang marah, terjadi adrenalin meningkat yang berdampak besar pada tubuh.
“Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan Anda meningkat sehingga membuat darah lebih mungkin menggumpal,” kata Dokter Jeremy Warner dari Samaritan Cardiology. “Ini bisa melemahkan dinding arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung," tambahnya.
Baca juga: Minuman Herbal Penurun Kolesterol Tinggi, hanya Butuh 5 Bahan
Satu studi, yang diterbitkan dalam European Heart Journal menemukan bahwa risiko seseorang terkena serangan jantung meningkat hampir lima kali lipat dalam dua jam setelah marah.
Penelitian yang mengamati 4.546 kasus serangan jantung ini menunjukkan detak jantung dan tekanan darah yang lebih tinggi mungkin menjadi penyebabnya.
Dilansir dari Express, Sabtu (29/10/2022) kemarahan menempatkan tubuh pada kewaspadaan tinggi. Saat Anda sedang marah, terjadi adrenalin meningkat yang berdampak besar pada tubuh.
“Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan Anda meningkat sehingga membuat darah lebih mungkin menggumpal,” kata Dokter Jeremy Warner dari Samaritan Cardiology. “Ini bisa melemahkan dinding arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung," tambahnya.
Baca juga: Minuman Herbal Penurun Kolesterol Tinggi, hanya Butuh 5 Bahan
Satu studi, yang diterbitkan dalam European Heart Journal menemukan bahwa risiko seseorang terkena serangan jantung meningkat hampir lima kali lipat dalam dua jam setelah marah.
Penelitian yang mengamati 4.546 kasus serangan jantung ini menunjukkan detak jantung dan tekanan darah yang lebih tinggi mungkin menjadi penyebabnya.
Lihat Juga :