Peringati Hari Pangan Sedunia, Pentingnya Masyarakat Atur Pengeluaran Agar Gizi Anak Optimal
Senin, 31 Oktober 2022 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
"Mempertimbangkan konsumsi makan anak di luar rumah, serta meningkatkan literasi keluarga terhadap kebutuhan nutrisi dan membuat anggaran khusus belanja bahan makanan," kata Mutia saat sesi webinar Peringati Hari Pangan Sedunia, Danone Indonesia Ajak Masyarakat Cerdas Atur Pengeluaran Agar Gizi Anak OPtimal, Senin (31/10/2022).
"Orang tua dapat membuat skala prioritas dalam pengeluaran belanja, dengan mengutamakan kebutuhan yang esensial seperti pangan sehat dan bergizi untuk anak-anak mereka,” sambungnya.
Pemahaman akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak harus terus disosialisasikan sampai ke unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Masyarakat juga harus paham bahwa kurang gizi dapat berdampak serius pada kesehatan dan perkembangan kecerdasan anak. Data SSGI 2021 menyatakan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen dan masih berada di atas batas WHO.
Selain itu, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3 persen menjadi 17 persen. Sedangkan, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai prioritas nasional, dengan menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.
Sementara itu, penanggulangan masalah Kesehatan perlu dilakukan dari berbagai aspek yakni akses terhadap makanan bergizi seimbang, edukasi dan intervensi serta kemitraan dan advokasi. Medical Science Director Danone Indonesia Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK mengungkapkan dalam akses terhadap makanan bergizi perlu diperhatikan.
Di mana makanan yang dikonsumsi harus bervariasi serta dalam jumlah yang cukup serta kualitas gizi yang baik. Pemenuhan makanan yang bervariasi berhubungan dengan berkurangnya risiko defisiensi mikronutrien dan risiko kurangnya asupan nutrisi. Kurangnya variasi makanan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak.
Baca Juga: Minuman Herbal Penurun Kolesterol Tinggi, hanya Butuh 5 Bahan
"Orang tua dapat membuat skala prioritas dalam pengeluaran belanja, dengan mengutamakan kebutuhan yang esensial seperti pangan sehat dan bergizi untuk anak-anak mereka,” sambungnya.
Pemahaman akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak harus terus disosialisasikan sampai ke unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Masyarakat juga harus paham bahwa kurang gizi dapat berdampak serius pada kesehatan dan perkembangan kecerdasan anak. Data SSGI 2021 menyatakan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen dan masih berada di atas batas WHO.
Selain itu, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3 persen menjadi 17 persen. Sedangkan, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai prioritas nasional, dengan menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.
Sementara itu, penanggulangan masalah Kesehatan perlu dilakukan dari berbagai aspek yakni akses terhadap makanan bergizi seimbang, edukasi dan intervensi serta kemitraan dan advokasi. Medical Science Director Danone Indonesia Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK mengungkapkan dalam akses terhadap makanan bergizi perlu diperhatikan.
Di mana makanan yang dikonsumsi harus bervariasi serta dalam jumlah yang cukup serta kualitas gizi yang baik. Pemenuhan makanan yang bervariasi berhubungan dengan berkurangnya risiko defisiensi mikronutrien dan risiko kurangnya asupan nutrisi. Kurangnya variasi makanan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak.
Baca Juga: Minuman Herbal Penurun Kolesterol Tinggi, hanya Butuh 5 Bahan
Lihat Juga :