Wamenparekraf Angela: Tari-Tarian Tradisional di Spouse Program G30 Representasikan Keberagaman Indonesia
Selasa, 15 November 2022 - 22:33 WIB
loading...
Wamenparekraf Angela Tanoesodibjo dalam Konferensi Pers di Media Center G20, Rabu (15/11/2022), menyampaikan, tiga tari tradisional yang ditampilkan adalah Tari Merak, Tari Pendet dan Tari Tor-tor. Foto/MNC Media
A
A
A
BALI - Tiga jenis tari tradisional menjadi salah satu suguhan budaya yang disuguhkan saat penyambutan para pendamping Kepala Negara KTT G20 di Spouse Program KTT G20 yang berlangsung di Sofitel Nusa Dua Beach, Selasa (15/11/2022).
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesodibjo dalam Konferensi Pers di Media Center G20, Rabu (15/11/2022), menyampaikan, tiga tari tradisional yang ditampilkan adalah Tari Merak, Tari Pendet dan Tari Tor-tor.
“Kami menampilkan berbagai tarian, yaitu Tari Merak, Tari Pendet, dan Tari Tortor. Para spouse sangat menikmati dan mengapresiasi keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia,” kata Wamenparekraf Angela --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif itu.
![Wamenparekraf Angela: Tari-Tarian Tradisional di Spouse Program G30 Representasikan Keberagaman Indonesia]()
Tari Merak merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat. Kesenian tari ini diambil dari perilaku burung Merak jantan ketika ingin menarik perhatian Merak betina.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dampingi Ibu Negara Iriana Jokowi di Spouse Program G20
Tari Pendet merupakan tari tradisional asal Bali. Pendet ditampilkan pada upacara keagamaan atau sebagai tarian penyambutan. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
Seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet sebagai sambutan selamat datang, meski tetap mengandung makna yang sakral-religius.
Adapun, Tari Tortor adalah tari tradisional suku Batak. Mulanya adalah tari ritual dan sakral yang dipertunjukkan pada acara pemakaman, upacara penyembuhan, dan upacara tradisional Batak lainnya.
![Wamenparekraf Angela: Tari-Tarian Tradisional di Spouse Program G30 Representasikan Keberagaman Indonesia]()
Tari ini menampilkan harapan dan doa. Makna dari gerakan-gerakannya menunjukkan Tortor adalah sebuah media komunikasi, di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesodibjo dalam Konferensi Pers di Media Center G20, Rabu (15/11/2022), menyampaikan, tiga tari tradisional yang ditampilkan adalah Tari Merak, Tari Pendet dan Tari Tor-tor.
“Kami menampilkan berbagai tarian, yaitu Tari Merak, Tari Pendet, dan Tari Tortor. Para spouse sangat menikmati dan mengapresiasi keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia,” kata Wamenparekraf Angela --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif itu.

Tari Merak merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat. Kesenian tari ini diambil dari perilaku burung Merak jantan ketika ingin menarik perhatian Merak betina.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dampingi Ibu Negara Iriana Jokowi di Spouse Program G20
Tari Pendet merupakan tari tradisional asal Bali. Pendet ditampilkan pada upacara keagamaan atau sebagai tarian penyambutan. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
Seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet sebagai sambutan selamat datang, meski tetap mengandung makna yang sakral-religius.
Adapun, Tari Tortor adalah tari tradisional suku Batak. Mulanya adalah tari ritual dan sakral yang dipertunjukkan pada acara pemakaman, upacara penyembuhan, dan upacara tradisional Batak lainnya.

Tari ini menampilkan harapan dan doa. Makna dari gerakan-gerakannya menunjukkan Tortor adalah sebuah media komunikasi, di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara.
Lihat Juga :