Mengenal Perbedaan Virus Corona XBB dan Omicron, Waspadai Gejalanya
Rabu, 16 November 2022 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Separuh dari mutasi yang ada pada gen pengkode protein S ini terdapat pada daerah Receptor Binding Domain (RBD) tempat virus berinteraksi dengan reseptor ACE2 pada sel target. Omicron menyebabkan peningkatan afinitas SARS-CoV-2 terhadap reseptor ACE2 manusia.
Hasil studi epidemiologis didapatkan omicron dengan cepat menggantikan varian Delta sebagai varian yang mendominasi. Studi in vitro dari University of Hong Kong oleh Chi-Wai menunjukkan bahwa Omicron memiliki kemampuan bereplikasi sebesar 70 kali lipat lebih cepat pada sel saluran napas dibandingkan varian Delta.
Baca Juga: Awas! Varian Omicron XBB Tercatat Kasus Tertinggi di 3 Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Hal ini menunjukkan bahwa Omicron memang memiliki daya penularan yang lebih cepat dan daya netralisasi antibodi yang menurun dibandingkan varian sebelumnya meskipun seberapa besar derajat penularan Omicron dibanding varian lain masih perlu diteliti lebih lanjut.
Omicron menjadi varian yang perlu diwaspadai karena memiliki jumlah mutasi yang tinggi, termasuk pada protein spike. Varian ini juga berpotensi memiliki kemampuan dalam menghindari sistem imun yang lebih baik dan laju penularan yang lebih.
Pemeriksaan PCR dan RDT-Antigen masih dapat untuk mendiagnosis Covid-19, termasuk Omicron. Untuk memastikan variannya, perlu dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Sementara XBB sendiri adalah varian Omicron baru yang ditemukan pada Agustus 2022 di India. Dalam waktu singkat, virus ini telah menyebar di lebih dari 17 negara, termasuk Indonesia.
Hasil studi epidemiologis didapatkan omicron dengan cepat menggantikan varian Delta sebagai varian yang mendominasi. Studi in vitro dari University of Hong Kong oleh Chi-Wai menunjukkan bahwa Omicron memiliki kemampuan bereplikasi sebesar 70 kali lipat lebih cepat pada sel saluran napas dibandingkan varian Delta.
Baca Juga: Awas! Varian Omicron XBB Tercatat Kasus Tertinggi di 3 Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Hal ini menunjukkan bahwa Omicron memang memiliki daya penularan yang lebih cepat dan daya netralisasi antibodi yang menurun dibandingkan varian sebelumnya meskipun seberapa besar derajat penularan Omicron dibanding varian lain masih perlu diteliti lebih lanjut.
Omicron menjadi varian yang perlu diwaspadai karena memiliki jumlah mutasi yang tinggi, termasuk pada protein spike. Varian ini juga berpotensi memiliki kemampuan dalam menghindari sistem imun yang lebih baik dan laju penularan yang lebih.
Pemeriksaan PCR dan RDT-Antigen masih dapat untuk mendiagnosis Covid-19, termasuk Omicron. Untuk memastikan variannya, perlu dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Sementara XBB sendiri adalah varian Omicron baru yang ditemukan pada Agustus 2022 di India. Dalam waktu singkat, virus ini telah menyebar di lebih dari 17 negara, termasuk Indonesia.
Lihat Juga :