EG dan DEG Sebabkan Gagal Ginjal Akut, BPOM Ungkap Indikasi Adanya Kejahatan Obat
Kamis, 17 November 2022 - 15:56 WIB
loading...
Kepala BPOM Penny Lukito. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kasus gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia diduga kuat karena obat sirup yang tercemar bahan toxic (beracun). Bahan itu bernama etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), jadi pilihan perusahaan farmasi dalam bahan obat karena banyak faktor.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan salah satu indikasi perusahaan menggunakan bahan EG dan DEG, akibat bahan baku yang langka sampai perbedaan harga di supplier.
"Adanya kelangkaan bahan baku obat dan perbedaan harganya jadi salah satu indikasi gap adanya akses atau modus kejahatan. Bisa dikaitkan dengan penggunaan bahan tersebut (EG dan DEG)," jelas Ketua BPOM Penny Lukito dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (17/11/2022).
Sehubungan dengan kasus GGA, Penny menegaskan tidak ada efek jera bagi yang nakal. Artinya mereka yang menggunakan EG dan DEG akan ditindaklanjuti keranah pidana.
Baca Juga: Menindaklanjuti Kasus Gagal Ginjal Akut
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan salah satu indikasi perusahaan menggunakan bahan EG dan DEG, akibat bahan baku yang langka sampai perbedaan harga di supplier.
"Adanya kelangkaan bahan baku obat dan perbedaan harganya jadi salah satu indikasi gap adanya akses atau modus kejahatan. Bisa dikaitkan dengan penggunaan bahan tersebut (EG dan DEG)," jelas Ketua BPOM Penny Lukito dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (17/11/2022).
Sehubungan dengan kasus GGA, Penny menegaskan tidak ada efek jera bagi yang nakal. Artinya mereka yang menggunakan EG dan DEG akan ditindaklanjuti keranah pidana.
Baca Juga: Menindaklanjuti Kasus Gagal Ginjal Akut
Lihat Juga :