Saksi Kunci Kasus Dugaan Penyekapan Mantan Sopir Nindy Ayunda Ngaku Diancam Dibunuh

Rabu, 23 November 2022 - 13:22 WIB
loading...
Saksi Kunci Kasus Dugaan Penyekapan Mantan Sopir Nindy Ayunda Ngaku Diancam Dibunuh
LK, saksi kunci kasus dugaan penyekapan mantan sopir Nindy Ayunda mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Fakta ini diungkapnya saat menjalani pemeriksaan. Foto/Instagram Nindy Ayunda
A A A
JAKARTA - LK, saksi kunci kasus dugaan penyekapan mantan sopir Nindy Ayunda mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Fakta mengejutkan ini diungkapnya saat menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kepada awak media, LK mengaku ikut disekap bersama mantan sopir Nindy, Sulaeman. Dia disekap selama 30 hari.

"Aku nggak ngomong kalau itu disekap karena mau dicongkel matanya sama dibunuh, sempa mau dibuang ya," kata LK di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 22 November 2022.

Selain itu, LK juga mengaku disuruh untuk memutar balikkan fakta terkait apa dialaminya. Mengetahui hal tersebut, perempuan itu pun mengaku takut.

Baca Juga: Laporkan Nindy Ayunda, Istri Mantan Sopir Bawa Saksi Kunci Kasus Dugaan Penyekapan

"Cuma pas waktu itu pernah ada, ada dari media mana entah, aku direkam dan disuruh ngomong kalau aku nggak disekap. Disaat itu aku takut," jelas LK.

"Pernah konferensi pers juga pernah. Itu aku suruh ngomong nggak disekap, tapi itu disuruh," sambungnya.

Atas kejadian itu, LK mengaku mengalami trauma berat dan takut untuk melintasi kawasan Jakarta Selatan. Ini karena dia disekap di daerah tersebut.

"Takut banget, takut sampai sekarang. Trauma banget, aku nggak mau datang ke Polres lagi, sebenernya aku nggak mau ke daerah (Jakarta) Selatan, karena semua kejadian ada di Jakarta Selatan," ungkap LK.

Baca Juga: Nindy Ayunda Yakin Tak Bersalah dalam Kasus Penyekapan Mantan Sopir, Kuasa Hukum: Pelapor Sulit Membuktikan

Kepada penyidik, LK juga membeberkan sosok yang diduga menjadi pelaku penyekapan.

"Inisialnya DS, dan nggak mungkin kalau penyekapan cuma satu, pasti ada yang lain," tandasnya.
(dra)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2121 seconds (10.55#12.26)