Peran Fintech dalam Mendukung Terciptanya Ekonomi yang Inklusif
Sabtu, 26 November 2022 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Dengan bonus demografi yang menanti pada 2030 mendatang, fintech dan ekonomi Indonesia terlihat memiliki masa depan yang menjanjikan.
Peluang dan Tantangan Fintech dalam Menciptakan Ekonomi yang Inklusif
Melalui kemudahan aksesnya,fintechmampu menjangkau pihak-pihak yang tidak tersentuh oleh bank dan layanan finansial konvensional. Pada saat bersamaan menyediakan pelayanan yang lebih baik bagi mereka yang sudah menjadi nasabah. Oleh karena itufintechmenjadi solusi untuk menjembatani jurang ketimpangan finansial demi mencapai ekonomi yang inklusif.
Walaupunfintechmembuka peluang yang besar terhadap stabilitas ekonomi, hal ini perlu dilakukan bersama dengan peningkatan literasi keuangan digital agar masyarakat sebagai pengguna memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bertransaksi secara digital. Pasarfintechyang subur pun menuntut kebutuhan akan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelolanya.
Dua jenisfintechyang paling digemari masyarakat Indonesia adalahpeer-to-peer lending(P2P) dane-paymentatau pembayaran digital. Pada 2017, nilai transaksi P2P mencapai angka USD1,62 juta. Walaupun secara konsisten mengalami kenaikan, tapi perkembangan sektorfintechmasih terbatas pada wilayah Jawa.
Hal ini memang wajar terjadi, mengingat Jawa adalah episentrum perekonomian dan arus pergerakan modal serta orang di Indonesia. Akan tetapi, sebagai sebuah solusi bagi terciptanya ekonomi inklusif,fintechharus benar-benar menjadiinklusif.
Fintech Kini dan Nanti
Peluang dan Tantangan Fintech dalam Menciptakan Ekonomi yang Inklusif
Melalui kemudahan aksesnya,fintechmampu menjangkau pihak-pihak yang tidak tersentuh oleh bank dan layanan finansial konvensional. Pada saat bersamaan menyediakan pelayanan yang lebih baik bagi mereka yang sudah menjadi nasabah. Oleh karena itufintechmenjadi solusi untuk menjembatani jurang ketimpangan finansial demi mencapai ekonomi yang inklusif.
Walaupunfintechmembuka peluang yang besar terhadap stabilitas ekonomi, hal ini perlu dilakukan bersama dengan peningkatan literasi keuangan digital agar masyarakat sebagai pengguna memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bertransaksi secara digital. Pasarfintechyang subur pun menuntut kebutuhan akan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelolanya.
Dua jenisfintechyang paling digemari masyarakat Indonesia adalahpeer-to-peer lending(P2P) dane-paymentatau pembayaran digital. Pada 2017, nilai transaksi P2P mencapai angka USD1,62 juta. Walaupun secara konsisten mengalami kenaikan, tapi perkembangan sektorfintechmasih terbatas pada wilayah Jawa.
Hal ini memang wajar terjadi, mengingat Jawa adalah episentrum perekonomian dan arus pergerakan modal serta orang di Indonesia. Akan tetapi, sebagai sebuah solusi bagi terciptanya ekonomi inklusif,fintechharus benar-benar menjadiinklusif.
Fintech Kini dan Nanti
Lihat Juga :