Atasi Masalah Cedera Otot dengan Terapi Panas dan Dingin
Senin, 05 Desember 2022 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi dia penggunaan dari alat recovery dan juga penanganan akut juga,” jelas dr. Andreas.
Terapi panas dan dingin berbeda tergantung fasenya. Biasanya terapi dingin digunakan pada fase awal akut, sedangkan terapi panas digunakan pada fase kronik.
Baca Juga: 7 Herbal dan Suplemen untuk Diabetes Tipe 2, Wajib Stok di Rumah
Dia pun memberi contoh, seorang klien cedera umumnya penanganannya pakai terapi dingin masih ada bengkak, kemerahan, dan hangat. Justru dikurangi bengkaknya dengan terapi dingin.
“Tapi ketika bengkak sudah tidak ada, tapi ada nyeri gerak, dan dari penampakan luar sudah tidak kemerahan, penyembuhan dan mengurangi nyerinya, baru kita gunakan terapi panas,” pungkasnya.
Terapi panas dan dingin berbeda tergantung fasenya. Biasanya terapi dingin digunakan pada fase awal akut, sedangkan terapi panas digunakan pada fase kronik.
Baca Juga: 7 Herbal dan Suplemen untuk Diabetes Tipe 2, Wajib Stok di Rumah
Dia pun memberi contoh, seorang klien cedera umumnya penanganannya pakai terapi dingin masih ada bengkak, kemerahan, dan hangat. Justru dikurangi bengkaknya dengan terapi dingin.
“Tapi ketika bengkak sudah tidak ada, tapi ada nyeri gerak, dan dari penampakan luar sudah tidak kemerahan, penyembuhan dan mengurangi nyerinya, baru kita gunakan terapi panas,” pungkasnya.
(dra)
Lihat Juga :