Great Eastern Life Indonesia Ajak Masyarakat Indonesia Terapkan Gaya Hidup Minim Sampah
Selasa, 13 Desember 2022 - 14:37 WIB
loading...
Selaras dengan kampanye Reach for Great yang diluncurkan Great Eastern pada Agustus 2022, Great Eastern Life Indonesia memperkuat pesan utama untuk gaya hidup berkelanjutan
A
A
A
JAKARTA - Selaras dengan kampanye Reach for Great yang diluncurkan Great Eastern pada Agustus 2022, Great Eastern Life Indonesia memperkuat pesan utama kampanye tersebut melalui berbagai rangkaian aktivitas untuk gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle).
Hal ini sejalan dengan sustainability pillar Great Eastern Life Indonesia yang berfokus pada lingkungan, peningkatan taraf hidup masyarakat serta praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Saat ini gaya hidup modern memberikan banyak kemudahan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk peningkatan produksi sampah di Indonesia. Data resmi terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 1 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah timbunan sampah di Indonesia per akhir 2021 mencapai 31,3 juta ton.
Hal tersebut membuat persoalan sampah di Indonesia menjadi sorotan berbagai pihak. Baik pemerintah, pelaku usaha, maupun publik bahu-membahu membuat kebijakan, program, dan gerakan yang dapat membantu mengurangi volume sampah. Masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial, menganggap serius isu sampah yang berdampak buruk untuk lingkungan.
Kesadaran masyarakat, khususnya generasi milenial terhadap lingkungan saat ini terbilang sangat tinggi. Menurut survey terbaru sebanyak 71% responden yang berasal dari generasi milenial merasa bertanggung jawab untuk mengurangi dampak buruk bagi lingkungan, dan 67% di antaranya rela mengeluarkan uang lebih untuk produk/jasa yang berdampak baik bagi lingkungan (ramah lingkungan).
Hal ini sejalan dengan sustainability pillar Great Eastern Life Indonesia yang berfokus pada lingkungan, peningkatan taraf hidup masyarakat serta praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Saat ini gaya hidup modern memberikan banyak kemudahan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk peningkatan produksi sampah di Indonesia. Data resmi terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 1 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah timbunan sampah di Indonesia per akhir 2021 mencapai 31,3 juta ton.
Hal tersebut membuat persoalan sampah di Indonesia menjadi sorotan berbagai pihak. Baik pemerintah, pelaku usaha, maupun publik bahu-membahu membuat kebijakan, program, dan gerakan yang dapat membantu mengurangi volume sampah. Masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial, menganggap serius isu sampah yang berdampak buruk untuk lingkungan.
Kesadaran masyarakat, khususnya generasi milenial terhadap lingkungan saat ini terbilang sangat tinggi. Menurut survey terbaru sebanyak 71% responden yang berasal dari generasi milenial merasa bertanggung jawab untuk mengurangi dampak buruk bagi lingkungan, dan 67% di antaranya rela mengeluarkan uang lebih untuk produk/jasa yang berdampak baik bagi lingkungan (ramah lingkungan).
Lihat Juga :