Anak dengan HIV Tetap Bisa Imunisasi? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak
Minggu, 18 Desember 2022 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
"Kita bisa memeriksakan penularan pada saat berusia antara 4 sampai 6 minggu. Sehingga ada beberapa vaksin kita stop, tunda ya terutama BCG (vaksin TBC), tunggu apakah iya atau tidak tertular," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada pembeda atau batasan anak dengan HIV tidak mendapatkan imunisasinya. Menurutnya tetap mendapatkan imunisasi sesuai jadwal atau usianya.
"Secara umum pemberian imunisasi itu harus diberikan kepada setiap anak termasuk yang terpapar HIV. Tidak ada perbatasan atau tidak ada, apa penundaan jadi tetap diberikan sesuai usianya dan sesuai jadwalnya sebenarnya imunisasi atau tetap diberikan," jelas dr Debbie.
Sekadar diketahui, penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.
Sementara mereka yang HIV, akibat terinfeksi dengan virus human immunodeficiency. Virus yang bisa melemahkan karena bisa merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada pembeda atau batasan anak dengan HIV tidak mendapatkan imunisasinya. Menurutnya tetap mendapatkan imunisasi sesuai jadwal atau usianya.
"Secara umum pemberian imunisasi itu harus diberikan kepada setiap anak termasuk yang terpapar HIV. Tidak ada perbatasan atau tidak ada, apa penundaan jadi tetap diberikan sesuai usianya dan sesuai jadwalnya sebenarnya imunisasi atau tetap diberikan," jelas dr Debbie.
Sekadar diketahui, penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.
Sementara mereka yang HIV, akibat terinfeksi dengan virus human immunodeficiency. Virus yang bisa melemahkan karena bisa merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
(hri)
Lihat Juga :