Bahayanya Anemia untuk Perempuan Indonesia, Begini Cara Mencegahnya
Kamis, 22 Desember 2022 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
WHO juga menyatakan bahwa anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius yang terutama mempengaruhi anak-anak dan ibu hamil. Dilansir dari gooddoctor.co.id, selama kehamilan, tubuh membutuhkan zat besi dua kali lipat lebih banyak. Kebutuhan zat besi meningkat karena selama kehamilan volume darah yang diperlukan meningkat 30% hingga 50%.
Tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk dapat membawa oksigen untuk ibu dan calon bayi. Anemia saat hamil muda dan pada trimester kedua juga dapat meningkatkan risiko kehilangan darah selama persalinan dan membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi.
Bahkan, anemia yang lebih parah dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi untuk anemia di kemudian hari pada masa bayi. Anemia defisiensi zat besi pada bayi juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu kelainan perilaku dan daya ingat.
Orang yang ADB akan merasa lemah, letih, lesu, sulit konsentrasi, kadang sesak napas, pusing, tangan kaki terasa dingin, dan insomnia yang paling sering dialami ibu hamil. Sementara itu, gejala yang terlihat adalah pucat yang terlihat dari konjungtiva, kuku rapuh atau berbentuk sendok, bibir pecah-pecah dan sering luka, dan rambut rontok.
Baca Juga: Waspada! Ahli Gizi Sebut Es Teh Dapat Hambat Penyerapan Zat Besi dan Sebabkan Anemia
"Para ibu atau remaja putri yang merasakan gejala anemia dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis dalam waktu 24 jam di mana pun mereka berada melalui aplikasi Good Doctor. Sekalipun tidak merasakan gejala, apabila membutuhkan rekomendasi diet sehat yang menyenangkan agar terhindar dari anemia, aplikasi Good Doctor juga menyediakan Klinik Gizi Klinis secara khusus dengan dokter spesialis gizi klinis yang tepercaya," papar Medical Manager PT Good Doctor Technology Indonesia, dr. Ega Bonar Bastari.
"Kemudahan ini membantu para perempuan yang sibuk beraktivitas, berkarier, dan mengurus keluarga untuk senantiasa menjaga kesehatan mereka. Sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi, Good Doctor siap untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk untuk mencegah dan menanggulangi anemia," tambahnya.
Tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk dapat membawa oksigen untuk ibu dan calon bayi. Anemia saat hamil muda dan pada trimester kedua juga dapat meningkatkan risiko kehilangan darah selama persalinan dan membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi.
Bahkan, anemia yang lebih parah dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi untuk anemia di kemudian hari pada masa bayi. Anemia defisiensi zat besi pada bayi juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu kelainan perilaku dan daya ingat.
Orang yang ADB akan merasa lemah, letih, lesu, sulit konsentrasi, kadang sesak napas, pusing, tangan kaki terasa dingin, dan insomnia yang paling sering dialami ibu hamil. Sementara itu, gejala yang terlihat adalah pucat yang terlihat dari konjungtiva, kuku rapuh atau berbentuk sendok, bibir pecah-pecah dan sering luka, dan rambut rontok.
Baca Juga: Waspada! Ahli Gizi Sebut Es Teh Dapat Hambat Penyerapan Zat Besi dan Sebabkan Anemia
"Para ibu atau remaja putri yang merasakan gejala anemia dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis dalam waktu 24 jam di mana pun mereka berada melalui aplikasi Good Doctor. Sekalipun tidak merasakan gejala, apabila membutuhkan rekomendasi diet sehat yang menyenangkan agar terhindar dari anemia, aplikasi Good Doctor juga menyediakan Klinik Gizi Klinis secara khusus dengan dokter spesialis gizi klinis yang tepercaya," papar Medical Manager PT Good Doctor Technology Indonesia, dr. Ega Bonar Bastari.
"Kemudahan ini membantu para perempuan yang sibuk beraktivitas, berkarier, dan mengurus keluarga untuk senantiasa menjaga kesehatan mereka. Sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi, Good Doctor siap untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk untuk mencegah dan menanggulangi anemia," tambahnya.
Lihat Juga :