CERMIN: Otto yang Menari di Atas Luka-Luka
loading...

A Man Called Otto mengisahkan seorang pria sinis penggerutu yang ingin segera mengakhiri hidupnya. Foto/Sony Pictures Releasing
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2021. Dunia terasa gelap bagi saya. Dan saya pun mulai berkenalan dengan depresi.
Pandemi mengubah banyak hal, juga mendatangkan beberapa hal yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Salah satunya adalah depresi yang menjangkiti banyak orang selama periode ini termasuk saya.
Saya menyembunyikan kenyataan bahwa saya mengalami depresi selama beberapa waktu. Saya memang tak terbiasa membicarakan masalah yang menimpa saya dengan siapa pun. Tapi depresi adalah masalah yang jauh berbeda dan mengakuinya adalah bagian dari berdamai dengannya.
Tak ada seorang pun yang ingin mengalami episode depresi. Merasa hidup tak berguna. Merasa hidup tak lagi menyenangkan. Dan merasa hidup akhirnya sudah selesai. Saya merasakan semua tahapan itu dan akhirnya mengakuinya secara terbuka bahwa saya butuh pertolongan untuk melanjutkan hidup.
![CERMIN: Otto yang Menari di Atas Luka-Luka]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Otto juga membutuhkan itu. Hidup dirasakannya sudah selesai ketika maut menjemput Sonya, istrinya tercinta. Ia tak punya alasan lagi untuk melanjutkan hidupnya terlebih ketika ia mengalami pemutusan hubungan kerja. Dan setelahnya ia merasa perlu menyusul Sonya secepatnya. Dengan berbagai cara yang terpikirkan olehnya.
Tapi malaikat maut sedang bermain-main dengan Otto. Beberapa kali ia mencoba mengakhiri hidupnya dan selalu gagal. Pertama kali ia mencoba menggantung diri dengan seutas tali, eh ternyata tali itu tak mampu menahan beban tubuhnya. Ia lantas mencoba meracuni dirinya di dalam mobilnya tapi juga berjalan tak sukses. Terakhir ia mencoba menembak dirinya sendiri dengan senapan dan lagi-lagi ia gagal.
Baca Juga: CERMIN: Apakah Kita Mamalia atau Manusia?
Otto hidup pada masa lalu. Dan ia merasa dirinya tengah menari di atas luka-luka. Yang masih terus berdarah dan belum lagi kering. Penyebabnya karena ia membiarkan luka-luka itu terus menganga. Ia tak mencoba mengobatinya dan membiarkannya sembuh.
Tapi hidup di sekeliling Otto ternyata terus berjalan. Tiba-tiba saja pasangan Tommy dan Marisol dengan dua anak perempuannya yang lucu masuk ke kehidupannya. Tiba-tiba saja tetangga yang pernah menjadi sahabat baginya dan Sonya butuh pertolongannya. Dan Otto tersadar. Ia terlalu lama berkubang dalam lumpur duka. Ia butuh bangkit dan ia segera bangkit dari keterpurukannya.
Pandemi mengubah banyak hal, juga mendatangkan beberapa hal yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Salah satunya adalah depresi yang menjangkiti banyak orang selama periode ini termasuk saya.
Saya menyembunyikan kenyataan bahwa saya mengalami depresi selama beberapa waktu. Saya memang tak terbiasa membicarakan masalah yang menimpa saya dengan siapa pun. Tapi depresi adalah masalah yang jauh berbeda dan mengakuinya adalah bagian dari berdamai dengannya.
Tak ada seorang pun yang ingin mengalami episode depresi. Merasa hidup tak berguna. Merasa hidup tak lagi menyenangkan. Dan merasa hidup akhirnya sudah selesai. Saya merasakan semua tahapan itu dan akhirnya mengakuinya secara terbuka bahwa saya butuh pertolongan untuk melanjutkan hidup.

Foto: Sony Pictures Releasing
Otto juga membutuhkan itu. Hidup dirasakannya sudah selesai ketika maut menjemput Sonya, istrinya tercinta. Ia tak punya alasan lagi untuk melanjutkan hidupnya terlebih ketika ia mengalami pemutusan hubungan kerja. Dan setelahnya ia merasa perlu menyusul Sonya secepatnya. Dengan berbagai cara yang terpikirkan olehnya.
Tapi malaikat maut sedang bermain-main dengan Otto. Beberapa kali ia mencoba mengakhiri hidupnya dan selalu gagal. Pertama kali ia mencoba menggantung diri dengan seutas tali, eh ternyata tali itu tak mampu menahan beban tubuhnya. Ia lantas mencoba meracuni dirinya di dalam mobilnya tapi juga berjalan tak sukses. Terakhir ia mencoba menembak dirinya sendiri dengan senapan dan lagi-lagi ia gagal.
Baca Juga: CERMIN: Apakah Kita Mamalia atau Manusia?
Otto hidup pada masa lalu. Dan ia merasa dirinya tengah menari di atas luka-luka. Yang masih terus berdarah dan belum lagi kering. Penyebabnya karena ia membiarkan luka-luka itu terus menganga. Ia tak mencoba mengobatinya dan membiarkannya sembuh.
Tapi hidup di sekeliling Otto ternyata terus berjalan. Tiba-tiba saja pasangan Tommy dan Marisol dengan dua anak perempuannya yang lucu masuk ke kehidupannya. Tiba-tiba saja tetangga yang pernah menjadi sahabat baginya dan Sonya butuh pertolongannya. Dan Otto tersadar. Ia terlalu lama berkubang dalam lumpur duka. Ia butuh bangkit dan ia segera bangkit dari keterpurukannya.
Lihat Juga :