CERMIN: Otto yang Menari di Atas Luka-Luka
Sabtu, 14 Januari 2023 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Otto hidup pada masa lalu. Dan ia merasa dirinya tengah menari di atas luka-luka. Yang masih terus berdarah dan belum lagi kering. Penyebabnya karena ia membiarkan luka-luka itu terus menganga. Ia tak mencoba mengobatinya dan membiarkannya sembuh.
Tapi hidup di sekeliling Otto ternyata terus berjalan. Tiba-tiba saja pasangan Tommy dan Marisol dengan dua anak perempuannya yang lucu masuk ke kehidupannya. Tiba-tiba saja tetangga yang pernah menjadi sahabat baginya dan Sonya butuh pertolongannya. Dan Otto tersadar. Ia terlalu lama berkubang dalam lumpur duka. Ia butuh bangkit dan ia segera bangkit dari keterpurukannya.
![CERMIN: Otto yang Menari di Atas Luka-Luka]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Pada suatu masa, mungkin kita adalah Otto. Yang merasa tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu yang mengungkung dan kadang terasa memenjarakan.
Pada suatu ketika, mungkin kita adalah Marisol. Yang bisa melihat kebaikan hati seseorang yang hampir selalu menggerutu sepanjang waktu.
Pada suatu waktu, mungkin kita adalah Malcolm. Yang tahu kapan harus berhenti untuk mencoba tangguh dan tak sungkan meminta pertolongan.
Dan kemanusiaan lah yang akhirnya membuat kita menjadi manusia seutuhnya. Kita adalah Otto yang tak bisa tinggal diam melihat Marisol yang tak kunjung bisa menyetir. Kita adalah Marisol yang tak bisa menyembunyikan kekhawatiran ketika melihat Otto mengunci dirinya di dalam rumah. Kita adalah Malcolm yang tahu cara membalas budi yang menerima dirinya seutuhnya.
![CERMIN: Otto yang Menari di Atas Luka-Luka]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Tapi hidup di sekeliling Otto ternyata terus berjalan. Tiba-tiba saja pasangan Tommy dan Marisol dengan dua anak perempuannya yang lucu masuk ke kehidupannya. Tiba-tiba saja tetangga yang pernah menjadi sahabat baginya dan Sonya butuh pertolongannya. Dan Otto tersadar. Ia terlalu lama berkubang dalam lumpur duka. Ia butuh bangkit dan ia segera bangkit dari keterpurukannya.

Foto: Sony Pictures Releasing
Pada suatu masa, mungkin kita adalah Otto. Yang merasa tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu yang mengungkung dan kadang terasa memenjarakan.
Pada suatu ketika, mungkin kita adalah Marisol. Yang bisa melihat kebaikan hati seseorang yang hampir selalu menggerutu sepanjang waktu.
Pada suatu waktu, mungkin kita adalah Malcolm. Yang tahu kapan harus berhenti untuk mencoba tangguh dan tak sungkan meminta pertolongan.
Dan kemanusiaan lah yang akhirnya membuat kita menjadi manusia seutuhnya. Kita adalah Otto yang tak bisa tinggal diam melihat Marisol yang tak kunjung bisa menyetir. Kita adalah Marisol yang tak bisa menyembunyikan kekhawatiran ketika melihat Otto mengunci dirinya di dalam rumah. Kita adalah Malcolm yang tahu cara membalas budi yang menerima dirinya seutuhnya.

Foto: Sony Pictures Releasing
Lihat Juga :