Jenang Alot, Jajanan Tradisional Langka yang Banyak Diburu Warga

Minggu, 05 Juni 2016 - 18:30 WIB
Jenang Alot, Jajanan...
Jenang Alot, Jajanan Tradisional Langka yang Banyak Diburu Warga
A A A
YOGYAKARTA - Di usianya yang sudah menginjak 80 tahun, Pawiro Sumarto masih tetap gigih untuk melayani para pelanggannya. Membuatkan jenang alot, salah satu jenis jajanan pasar yang kini mulai jarang ditemukan.

Ditemui di kediamannya, di Dusun Cageran, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, nenek yang biasa dipanggil Mbah Pawiro tersebut, masih terlihat cukup aktif untuk wanita seumurannya. Selesai memasak adonan baru, jenang alot yang sebelumnya telah masak, kemudian dipotongnya sesuai ukuran.

"Kalau usia sekarang sudah 80 tahun. Sudah sejak umur 45 dulu buat jenang alot. Dijual di Pasar Prambanan atau Jambon," katanya.

Karena sudah cukup tua, lima tahun belakangan ini pun dia sudah tak berjualan di pasar. Namun, atas permintaan banyak pelanggan, dia tetap membuat jenang alot. "Banyak yang cari. Kalau mau beli, ke rumah saja," tuturnya.

Jenang alot buatannya memang mempunyai ciri khas rasa yang berbeda. Terutama dari segi kekenyalan dan kemanisannya.

"Kalau jenang alot lainnya kan ada campurannya beras biasa. Kalau saya hanya beras ketan, gula jawa, dan santan kelapa. Sedikit gula pasir agar tidak lengket," tutur dia.

Memakai alat memasak tradisional, santan tersebut terlebih dahulu direbus. Sampai masak, kemudian dicampur dengan beras ketan dan gula jawa. "Satu hari bisa jadi," ucap dia.

Dalam sehari, sedikitnya seratus kilogram selalu habis terjual. Permintaan akan semakin tinggi, ketika masa lebaran. "Orang luar daerah yang ambil biasanya. Palembang, dan lainnya. Pernah ada juga pelanggan yang bilang kalau jenang alot ini bisa tahan disimpan sebulan," katanya.

Satu kilogramnya jenang alot buatannya ini, dijualnya seharga Rp45.000. Selain pelanggan yang datang, dalam pemasarannya juga dibantu oleh anaknya yang tinggal di dekat Pasar Manisrenggo, Klaten.

Tomi Nugraha, salah satu warga Cageran, mengatakan jenang alot ini sudah menjadi ikon makanan dari Desa Tamanmartani. "Cara membuatnya masih tradisional. Biasanya sehari bahkan pemesanan berkuintal-kuintal," ujar dia.
(alv)
Berita Terkait
3 Jajanan Unik Khas...
3 Jajanan Unik Khas Belanda yang Wajib Dicoba, Ada Makanan Perang
Sejarah Siomay Makanan...
Sejarah Siomay Makanan Khas Bandung, Jadi Jajanan Terenak di Dunia!
5 Jajanan Tradisional...
5 Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta, Ada yang Sejak Era Mataram
Resep Kue Wajik, Jajanan...
Resep Kue Wajik, Jajanan Tradisional yang Cocok buat Bersantai
Mencicipi Jajanan Tradisional...
Mencicipi Jajanan Tradisional Telur Gabus Cita Rasa Kekinian
4 Rekomendasi Jajanan...
4 Rekomendasi Jajanan Kekinian di Jakarta Fair 2023 yang Wajib Dicoba, Ada Es Krim Gentong
Berita Terkini
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
7 jam yang lalu
Hadir di Bongkar, Feliciwa...
Hadir di Bongkar, Feliciwa Ungkap Cerita Menarik di Balik Aktivitasnya
10 jam yang lalu
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa...
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa Punya 14 Bebek dan Cerita Tak Terduga
10 jam yang lalu
Angie Idol Sempat Salah...
Angie Idol Sempat Salah Paham Soal Rara Idol, Ternyata Sosok Aslinya Jauh di Luar Dugaan
11 jam yang lalu
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
12 jam yang lalu
Ternyata Begini Drama...
Ternyata Begini Drama yang Terjadi Saat Kamera Idol Mati, Rara Idol Jadi Tokoh Utamanya?!
12 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved