Gangguan Bipolar Picu Bunuh Diri

Rabu, 19 Agustus 2015 - 20:30 WIB
Gangguan Bipolar Picu...
Gangguan Bipolar Picu Bunuh Diri
A A A
JAKARTA - Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana perasaan yang cenderung labil. GB biasanya berulang dalam rentang waktu tertentu serta dapat berlangsung seumur hidup. Perubahan suasana perasaan (mood) pada GB terjadi dengan sangat cepat.

"Prevalensi gangguan bipolar secara umum diperkirakan sekitar 1%, namun bukti terbaru mengungkapkan bahwa terdapat sub-tipe dari gangguan ini yang tidak terwakili dari angka tersebut, sehingga kemungkinan besar prevalensi aktualnya mendekati angka 3,5%," papar psikiater FKUI-RSCM, dr. Natalia Widiasih, Sp.KJ (K) Mpd.Ked dalam Seminar Media Kenali dan Pahami Peningkatan Libido pada Gangguan Bipolar di Hotel Shagri-La, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Parahnya, GB merupakan salah satu penyakit kronis dimana sebanyak 15% dari jumlah pasien berakhir dengan bunuh diri. "Selain itu, GB juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian akibat adanya penyalahgunaan zat, kerentanan terjadinya kecelakaan serta adanya risiko bunuh diri. Risiko bunuh diri merupakan penyebab kematian tertinggi pada GB," tutur dia.

Natalia menuturkan, pentingnya peran keluarga untuk mendeteksi ide bunuh diri pada penderita GB. Pasalnya, kejadian bunuh diri pada penderita GB umumnya dipicu oleh adanya gangguan yang tidak menyenangkan.

"Prevalensi kejadian bunuh diri adalah 10-15% pada orang dengan GB. Lebih dari setengah kejadian bunuh diri pada GB berhubungan dengan kejadian yang tidak menyenangkan yang baru saja dialami oleh individu dengan GB," kata dia.

Sementara pengalaman atau situasi yang penuh dengan tekanan (stresor) yang menjadi pencetus kejadian bunuh diri itu disebabkan oleh kondisi gangguan bipolar.

Aktor kondang Robin Williams yang tewas bunuh diri pada 11 Agustus 2014 lalu juga diduga menderita gangguan bipolar. Robin mengakhiri hidupnya setelah menderita depresi berat. Dia juga tidur di kamar yang terpisah dari istrinya karena kekesalan dan kecemasannya akibat penyakit Parkinson’s yang dia derita.
(alv)
Berita Terkait
Aksi Bikin Onar Yudo...
Aksi Bikin Onar Yudo Andreawan di Tempat Umum, Apa Kata Ahli Kesehatan Mental?
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Berita Terkini
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
1 jam yang lalu
Obat Kuat dengan Efek...
Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi
2 jam yang lalu
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
5 jam yang lalu
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
5 jam yang lalu
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
6 jam yang lalu
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
6 jam yang lalu
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved