Apa Benar, Daging Merah & Olahannya Memicu Munculnya Kanker?
Selasa, 27 Oktober 2015 - 00:25 WIB
Apa Benar, Daging Merah & Olahannya Memicu Munculnya Kanker?
A
A
A
NEW YORK - WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam waktu dekat bakal mengeluarkan rilis daftar daging olahan, di antara sebagian besar zat yang menyebabkan kanker, bersama alkohol, rokok, arsenik, asbes.
Selama bertahun-tahun kita telah diberitahu jika daging merah itu baik untuk kesehatan. Tapi seperti dari apa yang kita ketahui tentang hal ini, yakni sebagai sumber makanan kaya zat besi.
Namun ini semua bisa menjadi salah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditetapkan untuk merilis pernyataan pada Senin, 26 Oktober 2015, waktu New York, Amerika Serikat.
Pernyataannya adalah: Daging seperti sosis, bacon dan burger, diproses sebagai bagian dari "ensiklopedi karsinogen" dan zat yang paling berpotensi menjadi penyebab kanker di dunia, setelah beberapa penyebab lain seperti rokok, arsenik dan asbes.
Tapi tidak hanya itu, daging merah segar, ternyata bakal masuk peringkat bawah sebagai penyebab munculnya penyakit kanker. Karena potensi munculnya lebih sedikit atau kalah berbahaya ketimbang daging olahan. Terkejutkah Anda?
Nah Anda mungkin tidak seharusnya. Karena itu bukan pertama kalinya kita mendengar tentang daging menjadi penyebab kanker.
Sebuah studi dari Swedia menemukan bahwa, makan lebih dari 150 gram daging olahan, membuat makin besar risiko mengembangkan kanker pankreas hingga 57 persen.
Dan studi lain, yang mengumpulkan data dari 89.000 wanita ‘pre-menopause’ selama periode 20 tahun terakhir. Menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi diet protein tinggi, dikaitkan dengan 22 persen peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan.
Jadi, semua masalah ini berpangkal dari daging olahan yang menyebabkan kanker?
"Daging olahan yang tinggi garam dan lemak. Selain itu, bahan kimia seperti nitrit yang ditambahkan ke banyak daging olahan untuk mempertahankan warna mereka dan untuk mencegah kontaminasi. Nitrit dapat dikonversi dalam perut untuk nitrosamin karsinogenik," kata Clare Hughes, Dewan Kanker manajer program gizi, seperti dilansir dari daily mail.
"Warna merah dan daging olahan berada diantara 940 zat yang ditinjau oleh Badan Internasional untuk Penelitian (IARC). Di sana ditemukan timbulnya beberapa tingkat teoritis 'bahaya'," urai Barry Carpenter, presiden dari North America Meat Institute.
"IARC mengatakan Anda dapat menikmati kelas yoga Anda, tapi jangan menghirup udara kotor, duduk di dekat jendela yang disinari matahari secara penuh, minum wine atau kopi, menyantap makanan panggang."
Barry mengatakan bahwa risiko dan manfaat dari makanan atau perilaku, harus dipertimbangkan sebelum memberitahu semua orang apa yang harus dilakukan.
Adapun pedoman saat ini, termasuk rekomendasi bahwa orang dewasa makan tidak lebih dari 65 gram daging merah per hari. World Cancer Research Fund mengatakan, bahwa daging olahan harus dihindari sama sekali.
Selama bertahun-tahun kita telah diberitahu jika daging merah itu baik untuk kesehatan. Tapi seperti dari apa yang kita ketahui tentang hal ini, yakni sebagai sumber makanan kaya zat besi.
Namun ini semua bisa menjadi salah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditetapkan untuk merilis pernyataan pada Senin, 26 Oktober 2015, waktu New York, Amerika Serikat.
Pernyataannya adalah: Daging seperti sosis, bacon dan burger, diproses sebagai bagian dari "ensiklopedi karsinogen" dan zat yang paling berpotensi menjadi penyebab kanker di dunia, setelah beberapa penyebab lain seperti rokok, arsenik dan asbes.
Tapi tidak hanya itu, daging merah segar, ternyata bakal masuk peringkat bawah sebagai penyebab munculnya penyakit kanker. Karena potensi munculnya lebih sedikit atau kalah berbahaya ketimbang daging olahan. Terkejutkah Anda?
Nah Anda mungkin tidak seharusnya. Karena itu bukan pertama kalinya kita mendengar tentang daging menjadi penyebab kanker.
Sebuah studi dari Swedia menemukan bahwa, makan lebih dari 150 gram daging olahan, membuat makin besar risiko mengembangkan kanker pankreas hingga 57 persen.
Dan studi lain, yang mengumpulkan data dari 89.000 wanita ‘pre-menopause’ selama periode 20 tahun terakhir. Menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi diet protein tinggi, dikaitkan dengan 22 persen peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan.
Jadi, semua masalah ini berpangkal dari daging olahan yang menyebabkan kanker?
"Daging olahan yang tinggi garam dan lemak. Selain itu, bahan kimia seperti nitrit yang ditambahkan ke banyak daging olahan untuk mempertahankan warna mereka dan untuk mencegah kontaminasi. Nitrit dapat dikonversi dalam perut untuk nitrosamin karsinogenik," kata Clare Hughes, Dewan Kanker manajer program gizi, seperti dilansir dari daily mail.
"Warna merah dan daging olahan berada diantara 940 zat yang ditinjau oleh Badan Internasional untuk Penelitian (IARC). Di sana ditemukan timbulnya beberapa tingkat teoritis 'bahaya'," urai Barry Carpenter, presiden dari North America Meat Institute.
"IARC mengatakan Anda dapat menikmati kelas yoga Anda, tapi jangan menghirup udara kotor, duduk di dekat jendela yang disinari matahari secara penuh, minum wine atau kopi, menyantap makanan panggang."
Barry mengatakan bahwa risiko dan manfaat dari makanan atau perilaku, harus dipertimbangkan sebelum memberitahu semua orang apa yang harus dilakukan.
Adapun pedoman saat ini, termasuk rekomendasi bahwa orang dewasa makan tidak lebih dari 65 gram daging merah per hari. World Cancer Research Fund mengatakan, bahwa daging olahan harus dihindari sama sekali.
(sbn)