Wonderful Indonesia Jajah Australia dengan Bahasa Kultural

Senin, 16 November 2015 - 01:37 WIB
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Jajah Australia dengan Bahasa Kultural
A A A
JAKARTA - The Wonderful Indonesia Festival 2015 yang digulirkan di Queensbridge Square, Melbourne, Australia, berlangsung sukses. Sebuah kolaborasi antara seni tradisi, musik popular, artis kedua negara, interaktif, kuliner, sampai promosi pariwisata dengan pemberdayaan community Indonesia di sana. "Tinggal menunggu impact-nya terhadap target kunjungan wisman asal Australia ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2015).

Arief pun berterima kasih pada Konsul Jenderal untuk Victoria dan Tasmania, Dewi Wahab yang super antusias. Juga Lord Mayor Robert Doyle yang turut hadir dan memberi sambutan. Termasuk Siam Nugraha, CEO Telkom Australia yang bersama-sama mempersiapkan acara tahunan ini.

"Kebetulan, di pertengahan acara, Minister for Multicultural Affairs, Robin David Scott datang ke tenda lokasi festival, dan saya minta izin tahun depan acara ini boleh digelar lagi. Beliau antusias, beliau setuju," tukas Arief.

Pariwisata itu berada di bawah koordinasi kementerian yang dipimpin Robin David itu. Bisa jadi, 2016 nanti acara ini dilangsungkan di Federation Square di Flinder Street yang berseberangan dengan St Paul's Cathedral itu. Lokasi paling ideal untuk festival yang fun, simple dan bersahabat seperti The Wonderful Indonesia Festival ini. "Saya puas dengan acara ini. Blended, antara komunitas Indonesia dan orang Australia, dengan komposisi fifty-fifty," aku mantan Dirut PT Telkom itu.

Stand Sate Madura, Empek-empek Palembang, Sup Kondro Makasar, Masakan Padang, Jajan Pasar khas daerah, hampir semua ludes sebelum acara memasuki half time. Antrean panjang mengular untuk membeli dan mencicipi aneka masakan khas Indonesia. Musik kulintang, gamelan Jawa, tarian Bali, tarian daerah dari Sumatera Utara maupun Aceh dengan kostumnya yang menyala di terang matahari Melbourne menambah meriah suasana. Berbagai latar belakang suku, agama, tradisi, bersama-sama menikmati cita rasa Indonesia yang amat terkenal di lidah mereka.

Kostum Malang Flower Carnaval yang wow juga menjadi objek selfie orang-orang Australia di Melbourne. Perempuan cantik mengenakan kostum karnaval yang besar, tinggi, lebar, berwarna-warna menantang. Ada juga tarian Gading Alit (Malang), tarian Cendrawasih (Bali), tari Jejer Gandrung (Banyuwangi), yang turut menghangatkan suasana.

Penampilan Sandi Sandoro dan kawan-kawan juga sempat heboh, dengan hits-nya “Tak Pernah Padam", audience pun ikut bersenandung ketika Sandi dengan suara penuh power itu mengajak bernyanyi bersama.

Puncaknya, ketika grup musik populer Australia, Justice Crew yang merupakan simbol komunitas multikultural tampil menghebohkan panggung. Dengan breakdance yang gesit, beat yang cepat, gerakan yang ekstrem betul-betul membius audience. "Dari suasana yang nyaman, welcome, asyik seperti ini brand pariwisata Wonderful Indonesia akan masuk,” ucap Arief.

Misi Menpar Arief Yahya di Mebourne ini ada tiga hal besar. Pertama, mempromosikan 10 destinasi unggulan baru, dari Danau Toba (Sumut), Kepulauan Seribu (Jakarta), Bromo (Jatim), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Borobudur (Jateng), Wakatobi (Sultra), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banam), Morotai (Malut).

Kedua, Menpar ingin ada regenerasi wisman asal Australia. Anak-anak muda yang banyak berwisata. Karena jika muda sudah mengenal Indonesia, tidak lama kemudian mereka akan menjadi wisman yang datang kedua lagi, ketiga, keempat dan terus eksplorasi Indonesia yang memiliki 17.000 pulau, 726 bahasa daerah, dengan pusat-pusat terumbu karang yang terbaik di dunia, seperti Raja Ampat, Wakatobi, Labuan Bajo, Derawan, dll. "Karena itu, kemasan acara dan artisnya pun yang gaul dengan anak muda," jelasnya.

Ketiga, Menpar juga ingin menjelaskan bahwa destinasi di Indonesia itu bukan hanya Bali yang memang sudah mendunia, dan dianggap rumah kedua, bagi orang Australia. Bali harus bisa menjadi hub, penghubung bagi destinasi lain di sekitarnya untuk ikut maju. "Tak Kenal maka Tak Sayang," itulah moto yang cocok untuk menggambarkan, betapa penting berpromosi melalui kanal komunitas seperti di Melbourne ini.

Melbourne, Australia merupakan sebuah kota berpenduduk mendekati lima juta orang, dan mendapat predikat The World’s Most Liveable Cities, kota paling nyaman ditinggali 2002 dan 2004, lalu 2011 dan 2012 oleh The Economist.
(nug)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Populer...
5 Destinasi Wisata Populer di Dago Bandung, Tebing Keraton Jadi Fovorit
Daruma Pool and Coffee...
Daruma Pool and Coffee Destinasi Wisata Keluarga Baru di Tangerang
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
5 Pesona Desa Sembalun...
5 Pesona Desa Sembalun yang Jadi Destinasi Bulan Madu Halal, bak Surga Dunia
Deretan Wisata Religi...
Deretan Wisata Religi Bukit Doa Mahawu Sulawesi Utara, Ada Gua Bunda Maria
Sensasi Wisata Sarat...
Sensasi Wisata Sarat Fantasi di Sentosa Sensoryscape, Landmark Baru Singapura
Berita Terkini
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
45 menit yang lalu
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
12 jam yang lalu
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
13 jam yang lalu
Kisah Inspiratif Suparto:...
Kisah Inspiratif Suparto: Bangkit dari Keterbatasan Lewat Konten eFootball Timnas
13 jam yang lalu
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
13 jam yang lalu
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
14 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved