Istri Saya Selama ini Dingin dan tak Puas, tapi ....
Minggu, 20 Desember 2015 - 22:25 WIB
Istri Saya Selama ini Dingin dan tak Puas, tapi ....
A
A
A
JAKARTA - Rubrik konsultasi yang dilansir dari ask the expert kanal lifestyle situs Times of India berikut, menggambarkan keadaan seorang klien yang pernikahannya tidak bahagia.
Pertanyaan klien:
“Sudah hampir enam bulan lamanya, sejak saya menemukan bahwa istri saya memiliki hubungan panjang dengan mantan kekasihnya, selama beberapa tahun.”
“Saya menemukan bukti perselingkuhan mereka melalui beberapa email yang ia (istri saya) tulis dan isi dalam email tersebut adalah kombinasi porno belaka dan cinta yang mendalam.”
“Dia (istri saya) tidak pernah melakukan itu dengan saya, meskipun kami telah menikah selama tiga dekade dan memiliki dua anak.”
“Dengan saya, dia selalu acuh tak acuh ketika datang ke seks atau segala jenis sensualitas. Dia mengurus rumah dan juga menyukai anak-anak, tapi secara seksual dia dingin.”
“Saya agak terkejut menyadari bahwa dia menulis semua kata-kata sensual dan bahwa dia juga berhubungan seks dengan dia (mantan kekasihnya) beberapa kali dan benar-benar menghargai momen-momen mereka bersama.”
“Saya mencoba bertanya begitu banyak kesempatan untuk bertanya mengapa dia tidak suka mencium saya atau berhubungan seks dengan saya (dalam hal ini begitu dingin)?”
“Dia (istri saya) selalu menjawab dengan pergi tanpa kata atau diam, tapi terus bersikeras bahwa dia mencintai saya.”
“Saya mengatakan padanya (istri saya) tentang isi email tersebut. Tampak bahwa dia (istri saya) amat mencintainya (mantan kekasihnya itu) dan bukan saya, karena dia (istri saya) tidak pernah mengatakan mencintai dan berbicara hal-hal seksual kepada saya selama bertahun-tahun pernikahan kami.”
“Tanggapannya (istri saya) adalah bahwa dia mencintai saya, tapi kemudian dia juga memiliki hubungan seks yang memuaskan dengan dia (mantan kekasihnya itu).”
“Ketika saya mengatakan padanya (istri saya) bahwa dia harus meninggalkan saya jika dia memang benar mencintainya (mantan kekasihnya), dia mengatakan bahwa dia tidak menginginkan itu terjadi.”
“Bahkan dia mengatakan 'Kami tidak punya rencana meninggalkan pasangan kami masing-masing (karena mantan kekasih istri saya ternyata telah menikah juga)'.”
“Saya pikir saya selalu orang terbaik kedua dalam hidupnya dan dia tidak pernah puas dengan saya, tapi dia tidak meninggalkan saya hanya karena dia tidak ingin bercerai dan menyakiti perasaan anak-anak.”
“Saya merasa seperti pecundang dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tolong bantu! Apa yang harus saya lakukan karena saya harus hidup dengan dia sehari-hari hingga kedepannya?”
Jawaban oleh Dr Varsha Patkar:
* Saya dapat memahami situasi dan kondisi bahagia serta kebingungan yang mungkin sedang Anda alami.
* Pada awalnya, silakan berhenti menyalahkan diri sendiri karena alasan istri Anda memiliki hubungan ekstra di luar pernikahan (dalam hal ini selingkuh).
* Ini bukan karena Anda kalah, itu karena istri yang tidak bisa tinggal dalam batas yang ditetapkan oleh sebuah hubungan pernikahan.
* Anda harus membuat atau menetapkan pikiran Anda apakah Anda ingin melanjutkan pernikahan ini atau ingin meminta cerai.
* Setelah Anda telah menetapkan pikiran Anda, itu akan menjadi jalan dan pilihan yang amat sulit bagi kedua pihak.
* Ada aspek tentang istri Anda yang tidak Anda ketahui; mungkin Anda ingin menghidupkan kembali perasaan Anda terhadap satu sama lain.
* Jika memberinya kesempatan sebuah penebusan dan mulai dari awal lagi adalah apa yang Anda ingin lakukan, maka secara sadar akan bekerja ke arah itu. Semoga berhasil!
- Dr Varsha Patkar adalah Psikolog Klinis di India
Pertanyaan klien:
“Sudah hampir enam bulan lamanya, sejak saya menemukan bahwa istri saya memiliki hubungan panjang dengan mantan kekasihnya, selama beberapa tahun.”
“Saya menemukan bukti perselingkuhan mereka melalui beberapa email yang ia (istri saya) tulis dan isi dalam email tersebut adalah kombinasi porno belaka dan cinta yang mendalam.”
“Dia (istri saya) tidak pernah melakukan itu dengan saya, meskipun kami telah menikah selama tiga dekade dan memiliki dua anak.”
“Dengan saya, dia selalu acuh tak acuh ketika datang ke seks atau segala jenis sensualitas. Dia mengurus rumah dan juga menyukai anak-anak, tapi secara seksual dia dingin.”
“Saya agak terkejut menyadari bahwa dia menulis semua kata-kata sensual dan bahwa dia juga berhubungan seks dengan dia (mantan kekasihnya) beberapa kali dan benar-benar menghargai momen-momen mereka bersama.”
“Saya mencoba bertanya begitu banyak kesempatan untuk bertanya mengapa dia tidak suka mencium saya atau berhubungan seks dengan saya (dalam hal ini begitu dingin)?”
“Dia (istri saya) selalu menjawab dengan pergi tanpa kata atau diam, tapi terus bersikeras bahwa dia mencintai saya.”
“Saya mengatakan padanya (istri saya) tentang isi email tersebut. Tampak bahwa dia (istri saya) amat mencintainya (mantan kekasihnya itu) dan bukan saya, karena dia (istri saya) tidak pernah mengatakan mencintai dan berbicara hal-hal seksual kepada saya selama bertahun-tahun pernikahan kami.”
“Tanggapannya (istri saya) adalah bahwa dia mencintai saya, tapi kemudian dia juga memiliki hubungan seks yang memuaskan dengan dia (mantan kekasihnya itu).”
“Ketika saya mengatakan padanya (istri saya) bahwa dia harus meninggalkan saya jika dia memang benar mencintainya (mantan kekasihnya), dia mengatakan bahwa dia tidak menginginkan itu terjadi.”
“Bahkan dia mengatakan 'Kami tidak punya rencana meninggalkan pasangan kami masing-masing (karena mantan kekasih istri saya ternyata telah menikah juga)'.”
“Saya pikir saya selalu orang terbaik kedua dalam hidupnya dan dia tidak pernah puas dengan saya, tapi dia tidak meninggalkan saya hanya karena dia tidak ingin bercerai dan menyakiti perasaan anak-anak.”
“Saya merasa seperti pecundang dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tolong bantu! Apa yang harus saya lakukan karena saya harus hidup dengan dia sehari-hari hingga kedepannya?”
Jawaban oleh Dr Varsha Patkar:
* Saya dapat memahami situasi dan kondisi bahagia serta kebingungan yang mungkin sedang Anda alami.
* Pada awalnya, silakan berhenti menyalahkan diri sendiri karena alasan istri Anda memiliki hubungan ekstra di luar pernikahan (dalam hal ini selingkuh).
* Ini bukan karena Anda kalah, itu karena istri yang tidak bisa tinggal dalam batas yang ditetapkan oleh sebuah hubungan pernikahan.
* Anda harus membuat atau menetapkan pikiran Anda apakah Anda ingin melanjutkan pernikahan ini atau ingin meminta cerai.
* Setelah Anda telah menetapkan pikiran Anda, itu akan menjadi jalan dan pilihan yang amat sulit bagi kedua pihak.
* Ada aspek tentang istri Anda yang tidak Anda ketahui; mungkin Anda ingin menghidupkan kembali perasaan Anda terhadap satu sama lain.
* Jika memberinya kesempatan sebuah penebusan dan mulai dari awal lagi adalah apa yang Anda ingin lakukan, maka secara sadar akan bekerja ke arah itu. Semoga berhasil!
- Dr Varsha Patkar adalah Psikolog Klinis di India
(sbn)