Awas! Gunakan Korset Picu Komplikasi
Selasa, 06 September 2016 - 17:25 WIB
Awas! Gunakan Korset Picu Komplikasi
A
A
A
JAKARTA - Bentuk tubuh yang ramping dinilai banyak wanita sebagai bentuk tubuh yang ideal. Tak heran jika berbagai cara dilakukan demi memiliki bentuk tubuh yang ramping. Salah satunya menggunakan korset. Sayangnya, kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan.
Dilansir dari Huffingtonpost, profesor klinis dari Departemen Obstetri dan Ginekologi NYU Langine Medical Centre, Raquel B Dardik, MD, menjelaskan bahwa pakaian dalam, khususnya celana dalam yang terlalu ketat bisa menyebabkan gesekan kulit dan iritasi di bagian vagina. Khususnya wanita yang sudah menopause.
"Pada wanita yang sudah menopause, dinding vagina mereka cenderung tipis. Nah, penggunaan pakaian yang terlalu ketak malah bisa menggesek kulit di vagina tau sekitarnya hingga menyebabkan iritasi serta luka dan lecet," papar Dardik.
Meski tidak menimbulkan masalah, Dardik mempersilakan menggunakan celana dalam ketat. Namun, dia tetap menyarankan para wanita untuk menggunakan pakaian dalam yang pas dan nyaman. Pakar kesehatan perempuan, Donnica Moore, MD mengungkapkan, bahwa menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat seperti korset pinggang, perut, dan punggung bisa menyebabkan komplikasi.
Seperti terganggunya saraf dan terhambatnya sirkulasi darah. Kondisi ini pun menyebabkan mati rasa atau kesemutan. "Selain itu, shapewear amat sulit dilepaskan. Sehingga, Anda bisa saja kesulitan saat akan ke kamar mandi dan yang terjadi, Anda tetap memakai shapewear dengan durasi lebih dari yang seharusnya," ungkap Moore.
Hal ini juga berlaku untuk menggunakan bra. Pasalnya, bra yang terlalu ketat bisa menghalangi sirkulasi darah, timbul masalah pigmentasi dan iritasi kulit. Penggunaan bra secara terus menerus juga bisa menyebabkan penyumbatan limfatik, termasuk edema atau akumulasi cairan di payudara.
Dilansir dari Huffingtonpost, profesor klinis dari Departemen Obstetri dan Ginekologi NYU Langine Medical Centre, Raquel B Dardik, MD, menjelaskan bahwa pakaian dalam, khususnya celana dalam yang terlalu ketat bisa menyebabkan gesekan kulit dan iritasi di bagian vagina. Khususnya wanita yang sudah menopause.
"Pada wanita yang sudah menopause, dinding vagina mereka cenderung tipis. Nah, penggunaan pakaian yang terlalu ketak malah bisa menggesek kulit di vagina tau sekitarnya hingga menyebabkan iritasi serta luka dan lecet," papar Dardik.
Meski tidak menimbulkan masalah, Dardik mempersilakan menggunakan celana dalam ketat. Namun, dia tetap menyarankan para wanita untuk menggunakan pakaian dalam yang pas dan nyaman. Pakar kesehatan perempuan, Donnica Moore, MD mengungkapkan, bahwa menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat seperti korset pinggang, perut, dan punggung bisa menyebabkan komplikasi.
Seperti terganggunya saraf dan terhambatnya sirkulasi darah. Kondisi ini pun menyebabkan mati rasa atau kesemutan. "Selain itu, shapewear amat sulit dilepaskan. Sehingga, Anda bisa saja kesulitan saat akan ke kamar mandi dan yang terjadi, Anda tetap memakai shapewear dengan durasi lebih dari yang seharusnya," ungkap Moore.
Hal ini juga berlaku untuk menggunakan bra. Pasalnya, bra yang terlalu ketat bisa menghalangi sirkulasi darah, timbul masalah pigmentasi dan iritasi kulit. Penggunaan bra secara terus menerus juga bisa menyebabkan penyumbatan limfatik, termasuk edema atau akumulasi cairan di payudara.
(nfl)