Pa'piong Ikan Mas, Santapan Lezat Khas Toraja yang Dimasak Bambu

Minggu, 29 Januari 2017 - 11:20 WIB
Papiong Ikan Mas, Santapan...
Pa'piong Ikan Mas, Santapan Lezat Khas Toraja yang Dimasak Bambu
A A A
TORAJA - Toraja sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan tidak hanya terkenal dengan budaya, seni, adat istiadat dan panorama alamnya. Kawasan ini juga memiliki berbagai masakan khas tradisional yang nikmat dan lezat. Salah satunya adalah pa’piong atau makanan yang dimasak dengan menggunakan bambu.

Tak sulit menemukan pa’piong ini di kawasan Toraja. Banyak rumah makan di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja dan Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, yang menjual masakan tradisional ini. Selain itu, pa’piong juga dengan mudah dijumpai di warung-warung makan yang ada di desa-desa di wilayah Toraja.

Isi pa’piong bermacam-macam. Ada daging ayam kampung, babi dan juga ikan mas. Bagi mereka yang tak suka daging, pa’piong isi ikan mas bisa jadi pilihan. Rasanya pun tak kalah lezat dengan pa’piong isi daging ayam atau babi.
Pa'piong
Untuk memasak pa’piong ikan mas, pertama-tama ikan mas di iris menjadi beberapa bagian/potong. Kemudian siapkan sayuran dan bumbu. Pada umumnya, warga Toraja menggunakan daun bulunangko atau mayana. Selain itu mereka juga biasa menggunakan burak atau batang pohon pisang yang masih muda.
Pa'piong
Bumbu pa’piong juga tergolong sederhana, yaitu cabai, bawang merah, bawang putih, garam, potongan jahe, dan batang serai. Selanjutnya, ikan mas yang sudah di potong-potong dicampur dengan sayuran dan bumbu.

“Potongan ikan mas yang sudah bercampur dengan sayuran dan bumbu kemudian dimasukkan ke dalam ruas-ruas bambu yang berdiamater antara 8—10 centimeter. Ujung bambu bagian atas lalu ditutupi daun batang pisang dan siap untuk dimasak,” ujar Yuliana, 46, seorang warga Dusun Tanete, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara.

Yuliana mengatakan, cara memasak pa’piong pun juga unik. Ruas bambu yang berisi ikan mas itu dibakar di atas perapian yang ditengahnya terbentang batang kayu untuk menyandarkan bambu. Saat proses pembakaran, bambu harus sering-sering di bolak balik agar makanan di dalamnya merata masaknya dan tidak ada bagian yang mentah atau gosong.

Proses memasak pa’piong ini membutuhkan waktu sekitar 1—2 jam lamanya. Setelah permukaan bambu menghitam menandakan pa’piong sudah masak, kemudian diangkat dari perapian dan siap untuk disantap.
Pa'piong
“Rasa pa’piong sangat renyah dan gurih ketika dikunyah. Pa’piong jauh lebih nikmat dibanding jika dimasak menggunakan wajan,” ujar Yuliana.

Dulunya, pa’piong disajikan saat acara-acara adat. Namun saat ini, pa’pion menjadi makanan yang bisa disajikan secara umum. Meski begitu, masyarakat Toraja masih mempertahankan tradisi jika pa’piong daging ayam hanya bisa dimakan atau disajikan saat acara Rambu Tuka atau syukuran dan pantang disajikan pada acara Rambu Solo (kedukaan) sebab, ayam melambangkan sukacita.
(alv)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kuliner Unik Batam,...
Kuliner Unik Batam, Mi Lendir hingga Putu Miring
Sahabat Ganjar Kenalkan...
Sahabat Ganjar Kenalkan Papeda Kuliner Unik Manokwari
Cicipi Kuliner Soto...
Cicipi Kuliner Soto Kadipiro Yogyakarta, Wamenparekraf Angela: Kuliner RI Kaya Rempah, Otentik dan Unik!
Sensasi Unik Kuliner...
Sensasi Unik Kuliner Malaysia, Mi Ramen Rasa Durian yang Ternyata Non-halal
Pasta Unik Khas Nusantara...
Pasta Unik Khas Nusantara Siap Manjakan Lidah Pecinta Kuliner Selama Ramadan
Berita Terkini
Gaya Hidup Sehat Masyarakat...
Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban: Intip Keseruan Summer Wellness Club 2026 di Kuningan City Mall
7 menit yang lalu
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
1 jam yang lalu
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tren Inside-Out Nutricosmetics,...
Tren Inside-Out Nutricosmetics, Solusi Cerdas Perempuan Modern Atasi Penuaan Dini
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
4 jam yang lalu
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
15 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved