Cara Tepat Mengolah Daging

Sabtu, 04 Februari 2017 - 06:30 WIB
Cara Tepat Mengolah...
Cara Tepat Mengolah Daging
A A A
JAKARTA - Guna mendapatkan manfaat maksimal dari daging, Emilia Achmadi ahli gizi menyarankan sebaiknya tidak memasukkan zat aditif lain ke dalam masakan. Sebut saja santan. Penggunaan santan akan meningkatkan kandungan lemak dan kalori dari masakan tersebut.

Emilia sendiri lebih suka memanggang daging ketika mengolah protein hewani ini. "Tapi ada kekhawatiran daging akan menjadi karsinogen (pencetus kanker). Iya benar tapi kalau dimakan setiap hari. Tambahkan rosemary dan bumbu lainnya bukan hanya sebagai penambah aroma tapi juga untuk menurunkan risiko karsinigenik itu sendiri," saran Emilia.

Selain itu hindari mendiamkan daging terlalu lama pada suhu ruang karena dapat mengundang bakteri untuk berkembang disamping juga berisiko terkontaminasi. Jika Anda membeli daging di pasar,ketimbang mencuci daging, Emilia menyarankan untuk merebus daging sebentar, kurang lebih tiga sampai lima menit dalam air yang mendidih.

Air harus dalam keadaan mendidih karena cepat membunuh bakteri. Jika belum mendidih, daging sudah dimasukkan, maka dikhawatirkan akan merusak rasa daging itu. "Karena daging di pasar kan digantung dan berada pada suhu ruang," jelasnya.

Adapun Chef Yuda Bustara menyarankan untuk memarinasi daging sekitar 15 menit saja. Tidak perlu sampai seharian. Ketika memasak daging di teflon, tambahkan minyak zaitun untuk menumis agar sedikit renyah.

Senada dengan Emilia, Chef Yuda juga cukup selektif dalam membeli daging. Dia membeli daging di supermarket dalam kondisi di chiller. Begitu sampai di rumah, sebaiknya daging segera di masak.

Kalaupun tidak, bisa disimpan di chiller selama dua hari ke depan. Kalau di freezee bertahan sampai dua minggu, meski ini tidak disarankan.

Untuk diketahui, daging sapi merupakan sumber vitamin B dan mineral seperti zinc, fosfor, dan zat besi yang baik dan penting untuk tubuh. Selain itu, dalam 100 gram daging sapi terkandung sekitar 15 gram lemak (jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh rantai ganda) dan 26 gram protein. Protein dari daging sapi dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan tubuh. Namun jika berlebihan, tentu juga tidak baik.
(tdy)
Berita Terkait
Begini Cara Membuat...
Begini Cara Membuat Ayam Panggang Madu yang Sedap
Trik Menyimpan Makanan...
Trik Menyimpan Makanan agar Awet dan Tetap Lezat saat Disantap
4 Cara Mudah Menyimpan...
4 Cara Mudah Menyimpan Makanan Matang Sisa, Tidak Mudah Basi
5 Langkah Membuat Tempe...
5 Langkah Membuat Tempe dan Tahu Bacem Tidak Mudah Hancur
10 Makanan yang Orang...
10 Makanan yang Orang Sering Salah Menyantapnya
5 Langkah Mudah Mengolah...
5 Langkah Mudah Mengolah Kolang Kaling Agar Tidak Asam
Berita Terkini
VISION+ Rilis Teaser...
VISION+ Rilis Teaser Trailer My Chef in Crime, Saat Insting Memasak Jadi Kunci Kasus Kriminal
8 jam yang lalu
Jennifer Coppen Unggah...
Jennifer Coppen Unggah Sindiran Pedas soal Sosok Playing Victim, Warganet Berspekulasi
9 jam yang lalu
Kris Dayanti Borong...
Kris Dayanti Borong 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu
9 jam yang lalu
Sambut Hari Kemerdekaan,...
Sambut Hari Kemerdekaan, The Margo Hotel Hadirkan Kuliner Bertema Harmony of Indonesia
13 jam yang lalu
Bukan Cuma Mencegah...
Bukan Cuma Mencegah Sakit, Ini Pentingnya Investasi Kesehatan Sel Sejak Dini
13 jam yang lalu
Chef Mandif Warokka...
Chef Mandif Warokka Siapkan Jamuan Kuliner Nusantara di Bintan, Modern dan Eksklusif
13 jam yang lalu
Infografis
5 Olahan Daging Kambing...
5 Olahan Daging Kambing Selain Sate, Lezat dan Gampang Dibuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved