Anda Sesak Nafas? Waspadai Jantung Koroner

Senin, 06 Maret 2017 - 13:12 WIB
Anda Sesak Nafas? Waspadai...
Anda Sesak Nafas? Waspadai Jantung Koroner
A A A
Jangan abaikan sesak nafas mulai lelah dan pening. Gejala tersebut hanya sebagian dari gejala jantung koroner.

Untuk diketahui, penyakit jantung koroner adalah penyakit pada pembuluh darah yang memberi makan pada jantung atau otot jantung. Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah tersebut, jantung tidak mendapat suplai oksigen. Sehingga bisa menyebabkan kematian.

Usia rawan untuk terkena penyakit ini ada dikisaran 30 hingga 50 tahun. Setidaknya banyak orang di usia tersebut mengalami serangan jantung.

"Berkisar 15 persen pria berusia 30 tahun ke atas akan berisiko terkena penyakit jantung. Sedangkan wanita memasuki umur 50 tahun," ujar dr. Sony Hilal Wicaksono, Sp.JP dari Rumah Sakit Pondok Indah.

"Pada penyakit jantung koroner, apabila sudah ada gejala, maka sudah dapat dikatakan terlambat. Gejala yang harus disadari adalah nyeri dada saat melakukan aktivitas sehari-hari," jelasnya.

Menjalani pola hidup sehat pun tidak menjamin terhindar dari penyakit ini. Semua itu tidak cukup jika tidak dibarengi dengan melakukan deteksi dini. Medical check-up yang di dalamnya ada rekam jantung dan treadmill test menjadi cara deteksi dini.

Untuk mendapatkan atau mengetahui hasil yang lebih mendekati, Anda dianjurkan menjalani CT scan. Tingkat kemampuan melihat jantung koroner lebih tinggi, di mana yang dinilai adalah pengapuran pada pembuluh darah koroner. Bila ada pengapuran, orang tersebut dianggap memiliki penyakit jantung koroner.

Selain deteksi dini, ciri-ciri penyakit jantung juga penting untuk diketahui. Pertama, sesak napas. Bila Anda mengalaminya, waspadalah. Sering pusing bahkan pingsan, juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung. Ketiga, jantung sering berdebar-debar atau disebut palpitasi. Artinya, jantung sering berdenyut kencang atau melemah tanpa alasan.

Ciri selanjutnya, mudah lelah dan pening. Keringat berlebih juga patut diwaspadai. Dalam beberapa kasus, penderita biasanya mengalami keringat berlebih atau hiperhidrosis. Biasanya keringat berlebih itu dialami pada area tertentu saja seperti di tangan, kaki, ketiak, dan terkadang wajah. Jarang sekali dialami pada seluruh tubuh. Kondisi ini dialami setidaknya satu kali dalam seminggu. (Ardi/MDR)
(bbk)
Berita Terkait
Solusi Deteksi Dini...
Solusi Deteksi Dini Penyakit Stroke dengan Aplikasi Jagatara
Antusias Warga Sambut...
Antusias Warga Sambut Deteksi Dini Kesehatan Jantung Gratis
Alat Pacu Jantung Terkecil...
Alat Pacu Jantung Terkecil di Dunia Seukuran Sebutir Beras Diperkenalkan
Resmi Dibuka, Heartology...
Resmi Dibuka, Heartology Hadirkan Terobosan untuk Penanganan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Institut Jantung Negara,...
Institut Jantung Negara, Harapan Tanpa Batas untuk Pasien Jantung Indonesia
Meningkatkan Kerja Jantung...
Meningkatkan Kerja Jantung Pada Level Gagal Jantung
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
3 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
3 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
4 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
4 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
4 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
6 jam yang lalu
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved