Jangan Sembunyikan Anak Pengidap Penyakit Tulang Rapuh

Minggu, 16 April 2017 - 06:18 WIB
Jangan Sembunyikan Anak...
Jangan Sembunyikan Anak Pengidap Penyakit Tulang Rapuh
A A A
BANDUNG - Kepala Divisi Ortopedi Anak SMF Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yoyos Ismiarto, mengimbau para orangtua untuk tidak 'menyembunyikan' anaknya jika mengidap osteogenesis imperfecta.

Penyakit osteogenesis imperfecta sendiri lebih dikenal dengan sebutan tulang rapuh. Itu dikarenakan pengidapnya akan memiliki tulang yang rapuh dan mudah patah.

Saking rapuhnya, benturan yang pelan pun bisa berakibat tulang menjadi patah. Bahkan, batuk atau bersin bisa membuat tulang rusuk pengidapnya patah.

Anak yang mengidap penyakit tersebut biasanya akan terhambat pertumbuhannya. Bahkan dalam kasus yang parah, pengidapnya hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak bisa beraktivitas dengan normal.

Faisal mengatakan, paradigma di masyarakat saat ini belum semuanya terbuka. Masih ada orangtua yang berpikir jika anaknya penyakit tersebut adalah sebuah aib, bahkan kutukan.

"Seringkali di lingkungan masyarakat ada yang menganggap (anak mengidap osteogenesis imperfecta) adalah sebuah kegagalan, misalnya menganggap dikutuk atau apalah. Sehingga anaknya disembunyikan karena merasa malu. Padahal kalau ditangani lebih awal akan lebih baik," kata Yoyos di RSHS, Bandung.

Jika diketahui sejak dini, sang anak sebaiknya segera ditangani dokter ahli. Sehingga kemungkinan buruk akan diminimalisir sekecil mungkin.

Dijelaskannya, untuk menangani pasien osteogenesis imperfecta, penanganan medis memang harus dilakukan jangka panjang. Obat hingga akan menjadi 'teman akrab' pasien agar tulangnya relatif lebih kuat.

Selain ditangani secara medis, orangtua sang pasien juga harus memiliki pengetahuan. Sehingga hal-hal yang berpotensi membuat tulang anaknya patah bisa dijauhi.

Yoyos mencontohkan saat sang anak harus diganti popok. Proses penggantian dan pemasangannya harus betul-betul hati-hati.

Pemahaman agar sang anak bisa menjalani kehidupan dengan semangat juga harus ditanamkan orangtua. Mereka juga jangan dijadikan sebagai 'alat' untuk mengemis'. Sehingga, sang anak harus mendapatkan pendidikan setinggi mungkin.

"Pendidikan itu penting. Jangan sampai (pengidap osteogenesis imperfecta) berakhir di lampu merah," tegas Yoyos.

Sang anak juga jangan 'dikurung' terus di dalam rumah. Ia harus bersosialisasi dengan anak-anak seusianya. Sehingga, sang anak tidak akan merasa sendirian dan berbeda dibanding anak lainnya.

Yoyos menambahkan, dalam kondisi tertentu, sang anak pengidap osteogenesis imperfecta juga sebaiknya didampingi psikiater atau psikolog. Sebab, kondisi psikologis pengidap penyakit tersebut pasti akan memiliki hambatan dan berpotensi stres.
(nfl)
Berita Terkait
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Dukung Peningkatan Status...
Dukung Peningkatan Status Kesehatan Anak Indonesia
Eksplorasi Si Kecil...
Eksplorasi Si Kecil pada Imersif 'S-26 Exceptional League'
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Berita Terkini
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
27 menit yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
2 jam yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
2 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
3 jam yang lalu
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
4 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved