Kurangi Gadget, Ayo Masyarakatkan Permainan Tradisional!

Selasa, 10 Oktober 2017 - 22:57 WIB
Kurangi Gadget, Ayo...
Kurangi Gadget, Ayo Masyarakatkan Permainan Tradisional!
A A A
SURABAYA - Gempuran teknologi mempengaruhi anak untuk meninggalkan permainan tradisional. Anak anak bisa betah dua sampai lima jam bermain gadget, sebaliknya kurang minat dengan permainan tradisional.

Banyak pihak yang merasa terpanggil untuk melestarikan itu. Salah satunya Jane Permana. Pemilik Impact Plus ini menggandeng 30 sekolah dasar di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik untuk ambil bagian dalam acara bertajuk Anak Indonesia Cinta Mainan Indonesia ini.

Salah satu sekolah yang didatangi adalah SDN Klampis Ngasem 1 Surabaya. Sekolah ini sangat antusias menyambut ajang ini bahkan siswa-siswinya sengaja diliburkan tidak ada pelajaran. Para guru dan siswa semuanya sengaja memakai baju tradisional. Banyak permainan digelar bahkan dilombakan. Seperti ular tangga, dakon, kelereng, bakiak, dan ada satu permainan lagi yakni enggrang.

Seluruh siswa tampak antusias mengikuti semua lomba. Tiga siswa kelas 4B Karma, Atika dan Khoiriya rela walau harus jatuh bangun mencapai finish saat lomba bakiak. Dengan ngos-ngosan ketiganya tampil maksimal walau harus kalah dengan tim lainnya.

“Tidak apa-apa kalah yang penting sudah berusaha,” kata Karma selaku ketua tim yang berada di paling depan lomba itu.

Wakil kepala sekolah bidang peningkatan mutu Aan Faizatur Rahmah mengaku senang semua muridnya antusias terlibat dalam acara itu. “Permainan-permainan seperti itu sudah mereka kenal sebelumnya. Jadi mereka antusias,” kata dia.

Melestarikan budaya terutama permainan tradisional ini memang salah satu cara untuk mengurangi penggunaan gadget bagi anak. Karena gadget sudah merebut hak anak untuk bermain dan bersosialidasi dengan sesamanya. Jane Permana mengaku sengaja menggelar event seperti ini karena permainan anak mulai punah dan digantikan permainan yang modern di gadget.

"Anak-anak sangat betah main gadget hingga lima jam. Saya ingin menunjukkan pada anak bahwa permainan tradisional itu jauh lebih menyenangkan karenanya saya buat permainan ini berkelompok agar mereka juga peduli bahwa bekerjasama dengan orang lain itu sangat penting,” papar dia.

Tidak mengherankan program yang digagas Jane Permana ini mendapat dukungan banyak pihak. Salah satunya adalah dari pihak swasta yakni PT Kino Indonesia Tbk. Senior Public Relations Kino Indonesia Tbk, Yuna Kristina mengaku senang bisa mendukung program ramah anak seperti ini. “Kita memiliki visi yang sama yakni melestarikan budaya lokal untuk menuju globalisasi,” kata Yuna.
(alv)
Berita Terkait
Pentingnya Pemenuhan...
Pentingnya Pemenuhan Nutrisi untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak
Jangan Anggap Sepele...
Jangan Anggap Sepele Dampak Game, Orang Tua Harus Lebih Mewaspadai Anak-anaknya
Ini 3 Tips Menjaga Postur...
Ini 3 Tips Menjaga Postur Tubuh Anak Selama Pandemi
Bangun Hubungan Emosional...
Bangun Hubungan Emosional Anak dengan Makanan Melalui Mindful Eating
Waspada, Gangguan Pendengaran...
Waspada, Gangguan Pendengaran Anak Hambat Perkembangan Bicara
Angka Depresi Anak Meningkat...
Angka Depresi Anak Meningkat Selama Pandemi, Saatnya Orang Tua Ajak si Kecil Bermain
Berita Terkini
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
1 jam yang lalu
Viral! Petisi Cancel...
Viral! Petisi Cancel Sarwendah Tembus 27 Ribu Tanda Tangan
2 jam yang lalu
Taylor Swift Ungkap...
Taylor Swift Ungkap Alasan Tak Memakai Bridesmaids di Hari Pernikahannya
2 jam yang lalu
Jadi Pemeran Utama Film...
Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Ungkap Misi Film Ini
3 jam yang lalu
Inayah Wahid Debut di...
Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
5 jam yang lalu
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
5 jam yang lalu
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved