Cegah Stunting Sejak Janin di Kandungan

Sabtu, 27 Januari 2018 - 08:09 WIB
Cegah Stunting Sejak...
Cegah Stunting Sejak Janin di Kandungan
A A A
JAKARTA - Di Indonesia, tercatat hampir sembilan juta anak atau lebih dari 1/3 balita mengalami stunting (bertubuh pendek) akibat malnutrisi (kekurangan gizi). Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Indonesia berada di peringkat kelima negara yang kekurangan gizi sedunia. Kondisi ini darurat dan memprihatinkan karena dapat membuat kualitas generasi penerus bangsa menurun. Diperkirakan keadaan ini dapat merugikan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.

“Stunting berpotensi mengancam generasi mendatang menjadi generasi yang hilang. Kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan angka kematian untuk bayi dan anak, mudah terserang penyakit dan kerja otak yang tidak optimal sehingga menurunkan kemampuan kognitif,” kata Fasli Jalal, pakar gizi sekaligus Dewan Pembina Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Menurut studi Grantham-McGregor tahun 2007, di usia produktif anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki penghasilan 20% lebih rendah daripada anak yang tumbuh optimal. “UNICEF memperkirakan stunting juga bisa menyebabkan Pendapatan Domestik Bruto merosot 3%, sedangkan analisis Qureshy tahun 2013 menyebut stunting dapat meruikan Indonesia sampai Rp300 triliun per tahunnya,” ujar Sri Enny Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Stunting dapat menurunkan produk domestik bruto negara sebesar 3%. Diperkirakan kerugian negara akibat stunting pun mencapai sekitar 300 triliun rupiah per tahun. Fasli Jalal menegaskan faktor yang paling berpengaruh pada masalah stunting bukanlah faktor genetik dan kemiskinan, melainkan 90% faktor dari lingkungan, seperti makanan yang dikonsumsi pada ibu dan anak, infeksi, dan pengasuhan (parenting) pada anak.

Selain itu, fungsi peranan posyandu, seperti memonitor tumbuh kembang anak, memeriksa ibu hamil, dan memberikan obat cacing juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak terutama tinggi badan.

Terkait masalah stunting, pemerintah Indonesia melakukan berbagai usaha untuk dapat menurunkan tingkat stunting pada anak di bawah umur dua tahun dari 37% menjadi 28%. Salah satu cara untuk mencegah stunting dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masih janin hingga usia dua tahun.

“Fungsi peran pemerintah daerah juga berpengaruh untuk memberikan edukasi kepada penduduk lokal terutama para kaum ibu agar tidak terjadi kekeliruan terhadap pencegahan stunting dan memanfaatkan pangan lokal sebagai asupan gizi bagi penduduknya, “ kata Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staff Kepresidenan RI. (mg2)
(nfl)
Berita Terkait
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Dukung Peningkatan Status...
Dukung Peningkatan Status Kesehatan Anak Indonesia
Eksplorasi Si Kecil...
Eksplorasi Si Kecil pada Imersif 'S-26 Exceptional League'
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Berita Terkini
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
19 menit yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
49 menit yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
1 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
1 jam yang lalu
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved