Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru

Jum'at, 04 Mei 2018 - 08:30 WIB
Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru
Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru
A A A
MALANG - Jalan menembus hutan. Menyurusi jalan tanah berliku. Jalur jalan kaki, berpayung rimbun hutan lereng barat Gunung Semeru, menjadi jalur pembuka menuju ke Coban Pelangi. Jalur perjalanan sering memberikan kejutan tanjakan, dan turunan curam.

Berkelok aliran sungai di tepi jurang, menjadi penghias setiap pejalanan kaki yang menyusuri jalan tanah liat. Air bening mengalir membelah hijaunya hutan tropis. Liukan alirannya, layaknya ular panjang yang menggeliat di atas permadani hijau.
Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru

Gemercik air sungai yang alirannya membentur batuan hitam, samar-samar terdengar dari kejauhan, beradu dengan kicau burung, dan suara candaan gerombolan kera. Selepas dari puluhan kelokan, dan turunan curam, sebuah jembatan bambu khas pegunungan, akan menyambut kaki yang mulai lunglai menghadapi jalan setapak.

Jembatan bambu yang melintang di atas aliran Sungai Amprong. Airnya begitu jernih, dan indah. Hijaunya pepohonan, semakin membuat teduh jembatan bambu tersebut. Sesekali air membuih seputih kapas, saat harus membentur bebatuan di tengah aliran sungai.

Segarnya air, membuat langkah kaki yang mulai gontai diterjang jalan setapak berliku dan menurun, terhenti. Jalan setapak di sisi jembatan, menuntun langkah kaki-kaki lelah, untuk mencebur ke alirannya, mencari kesegaran sesaat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelangi abadi.

Airnya begitu jernih, dan dingin. Bukan hanya kaki yang terjebur di dalam aliran derasnya. Tetapi, wajah dan tangan tidak ingin ketinggalan untuk terbasuh kesegaran dan kemurnian air pegunungan tersebut.

Segarnya air di lereng barat Gunung Semeru, yang dipercaya masyarakat kuno, sebagai gunung suci ini. Seolah menjadi semangat baru dan menghapus seluruh kelelahan untuk melanjutkan perjalanan menuju Coban Pelangi.
Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru

Selepas jembatan bambu dan menghabiskan lelah dengan segar air sungai nan jernih, nampak Coban Pelangi menghujam deras dari ujung tebing. Air terjun di celah bukit setinggi 50 meter tersebut, menghadirkan pelangi abadi. Pelangi yang lahir dari butiran air, saat terpapar sinar mentari.



Sepasang mata Muhammad Topan, 14, seolah tidak ingin berkedip. Saat menyaksikan deburan air jernih, meluncur deras di antara celah bukit. “Wah, luar biasa indah. Tidak rugi datang ke sini,” ujar remaja yang masih duduk di bangku SMP itu kepada teman-temannya.

Belasan remaja itu, langsung berlarian menuju ke aliran air di sekitar air terjun. Mereka tidak sabar menikmati segarnya aliran air dari deburan air terjun. Derasnya air yang jatuh, memaksa mereka tidak bisa mendekat ke air terjun, dan lebih memilih menikmati segarnya air di alirannya, sambil menikmati selimut kabut dari butiran air yang menghadirkan warna pelangi.

Air terjun Coban Pelangi menawarkan keabadian warna pelangi. Air terjun ini, berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena berada di lereng Gunung Semeru dan hutannya yang masih lebat membuat udara di kawasan itu bisa mencapai 19 derajat Celsius.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1312 seconds (10.101#12.26)