Wisata Telaga Merdada Terus Dikembangkan

Sabtu, 05 Mei 2018 - 00:08 WIB
Wisata Telaga Merdada...
Wisata Telaga Merdada Terus Dikembangkan
A A A
SEMARANG - Daerah Tujuan Wisata (DTW) Telaga Merdada Dieng dan Terminal Aswatama semakin ditata. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah berusaha menggandeng sejumlah stakeholder untuk meminta berbagai masukan dalam upaya pengembangan penataan kawasan tersebut.

Disporapar melibatkan kalangan dari akademisi, perhutani, balai cagar budaya hingga pegiat pariwisata dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Detail Engineering Design (DED) kawasan DTW Telaga Merdada dan Terminal Aswatama Dieng.

"Dalam kegiatan FGD tersebut diharapkan ada masukan yang signifikan terkait pengembangan Terminal Aswatama dan penataan kawasan wisata Telaga Merdada," kata Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jateng, Prambudi Prajutrisno di Semarang, Kamis (3/5/2015).

“Kami mendapatkan masukan 3A yang menyangkut aksesibilitas terkait infrastruktur untuk menuju lokasi wisata, amenitas terkait penginapan dan fasilitas lainnya serta atraksi terkait berbagai even yang mendukung untuk menyedot wisatawan," tambahnya.

Seperti diketahui, pengembangan tempat parkir Terminal Aswatama ini dibangun di wilayah Kabupaten Banjarnegara untuk mengembangkan kawasan wisata Dieng. Ke depan, area shuttle ini akan memberi kemudahan bagi pengendara bus yang menuju ke Dieng.

Oleh sebab itu, pihaknya akan membuat MoU dengan kabupaten yang berada di wilayah sekitar Dieng yakni Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung untuk mengembangkan kawasan Dieng. "MoU ini sangat penting sebagai payung hukum sehingga akan mudah pula dalam penganggaran untuk pengembangan kawasan wisata," tandas Prambudi.

Sementara, anggota Komisi B DPRD Jateng Didik Hardiana Prasetya menyatakan Jawa Tengah merupakan provinsi yang sejatinya memiliki potensi pariwisata luar biasa. Dan untuk mengurus sektor ini adalah tugas berat, karena ada 35 kabupaten/kota di Jateng.

Karena itu, sektor pariwisata Jateng tidak bisa dikelola oleh seorang pejabat sekelas kepala bidang. Sebagaimana diketahui, saat ini sektor itu masih tergabung dan diurus oleh jajaran Disporapar.

"Pariwisata Jateng harus dikembalikan kembali ke dinas. Namun peraturannya, karena ini SOTK baru jadi baru bisa dievaluasi dua tahun. Tahun ini usulan awal dimasukkan dulu dan tahun depan dievaluasi. Dan nanti akan berdiri sendiri," kata Didiek.
(tdy)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Populer...
5 Destinasi Wisata Populer di Dago Bandung, Tebing Keraton Jadi Fovorit
Daruma Pool and Coffee...
Daruma Pool and Coffee Destinasi Wisata Keluarga Baru di Tangerang
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
5 Pesona Desa Sembalun...
5 Pesona Desa Sembalun yang Jadi Destinasi Bulan Madu Halal, bak Surga Dunia
Deretan Wisata Religi...
Deretan Wisata Religi Bukit Doa Mahawu Sulawesi Utara, Ada Gua Bunda Maria
Sensasi Wisata Sarat...
Sensasi Wisata Sarat Fantasi di Sentosa Sensoryscape, Landmark Baru Singapura
Berita Terkini
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
21 menit yang lalu
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
2 jam yang lalu
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
12 jam yang lalu
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
12 jam yang lalu
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
13 jam yang lalu
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
13 jam yang lalu
Infografis
Destinasi Wisata Perang...
Destinasi Wisata Perang di Rusia Diminati Turis dari China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved