Homepod, Rumah Telur untuk Turis Pecinta Alam

Senin, 25 Juni 2018 - 22:30 WIB
Homepod, Rumah Telur...
Homepod, Rumah Telur untuk Turis Pecinta Alam
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata memperkenalkan homestay Rumah Desa berupa homepod berbentuk rumah telur.

Homepod diperkenalkan dalam Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 yang dibangun tepat di pinggir Danau Beratan. Menggunakan material bambu, homepod diharapkan dapat lebih mendekatkan wisatawan dengan alam. Meski sederhana, rumah ini terdiri dari dua lantai yang cocok ditempati satu keluarga.

"Pembangunan Homestay Rumah Desa ini didanai Kementerian Pariwisata sebagai percontohan. Untuk satu unit biayanya Rp150 juta, sudah termasuk genset. Ini tidak mahal untuk nomasic tourism," kata Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana seperti dikutip Kemenpar.go.id.

Apa yang dilakukan ini mendukung dan lebih mengenalkan desa wisata serta objek wisata yang ada di Indonesia, termasuk di antaranya yang berada di Tabanan. "Maka dari itu, kita dirikan sebuah homestay dengan format bangunan yang ramah lingkungan. Bentuknya sederhana layaknya di desa sehingga homestay tersebut disebut Rumah Desa," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah lebih dulu meresmikan homepod ini di Danau Toba. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap homepod ini bisa menjadi inspirasi bagi industri pariwisata. Menurutnya, amenitas dalam bentuk homepod sangat cocok dengan karakter destinasi yang ada di Tabanan.

"Kami senang sekali Ulun Danu Beratan dibangun homepod rumah telur ini. Kami juga berencana akan membangunnya lagi di beberapa lokasi di Tabanan," kata Ni Putu Eka Wiryastuti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkap nomadic tourism adalah jawaban untuk mendongkrak jumlah amenitas pariwisata serta mengimbangi pertumbuhan kunjungan wisatawan.

"Kami akan kembangkan nomadic tourism di beberapa daerah dan menyediakan fasilitas seperti karavan, glamping (glamorous camping) dan homepods bahkan seaplane," ungkap Menpar Arief Yahya.

Sesuai karakternya yaitu nomadic, ketiga fasilitas tersebut juga bisa dipindah-pindah alias tidak permanen. Dengan begitu, nomadic tourism ini sangat cocok dikembangkan di daerah-daerah yang belum tersedia akomodasi seperti perhotelan atau homestay. Menpar juga mendorong industri pariwisata untuk mengembangkan produk wisata nomadic tourism dan memasarkannya.

"Kita di Indonesia punya 17.000 pulau, 70.000 desa, ratusan destinasi indah. Kalau harus membangun hotel konvensional perlu waktu yang sangat lama, homestay pun menurut saya masih kurang cepat. Maka, saya umumkan lagi bahwa saya akan memberikan insentif bagi orang yang masuk ke nomadic tourism," tutupnya.
(tdy)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Populer...
5 Destinasi Wisata Populer di Dago Bandung, Tebing Keraton Jadi Fovorit
Daruma Pool and Coffee...
Daruma Pool and Coffee Destinasi Wisata Keluarga Baru di Tangerang
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
5 Pesona Desa Sembalun...
5 Pesona Desa Sembalun yang Jadi Destinasi Bulan Madu Halal, bak Surga Dunia
Deretan Wisata Religi...
Deretan Wisata Religi Bukit Doa Mahawu Sulawesi Utara, Ada Gua Bunda Maria
Sensasi Wisata Sarat...
Sensasi Wisata Sarat Fantasi di Sentosa Sensoryscape, Landmark Baru Singapura
Berita Terkini
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
28 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
1 jam yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
2 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved