Orang yang Sering Berbohong Lebih Mudah Terserang Penyakit

Kamis, 04 Oktober 2018 - 11:30 WIB
Orang yang Sering Berbohong...
Orang yang Sering Berbohong Lebih Mudah Terserang Penyakit
A A A
JAKARTA - Penelitian dari University of Notre Dame menyebutkan bahwa seseorang yang kerap berbohong lebih mudah sakit. Penelitian ini melibatkan 110 responden. Di mana separuh responden diminta berhenti atau mengurangi berkata bohong selama 10 minggu, sedangkan responden separuh lainnya tidak diberi instruksi khusus agar tidak berbohong.

Responden rata-rata berusia 18—71 tahun wanita dan pria. Selanjutnya, responden harus datang ke laboratorium setiap minggu untuk mengisi kuesioner kesehatan dan menjalani tes polygraph yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kebohongan yang dilakukan selama seminggu. Hasil penelitian ini pun sangat mengejutkan.

Saat responden dalam kelompok tanpa bohong tidak mengatakan kebohongan lebih dari tiga kali dalam seminggu, gejala sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan, kecemasan dan masalah lainnya berkurang dibandingkan responden kelompok yang tidak diminta berhenti berbohong.

"Hubungannya cukup jelas. Tidak berbohong berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik bagi individu. Saya pikir itu cara yang menarik untuk melihatnya," ujar Anita Kelly selaku peneliti seperti dilansir HealthDay.

Fakta lainnya ditemukan bahwa kelompok yang diminta mengurangi bohong, berisiko tiga sampai empat kali lebih sedikit mengalami gangguan kesehatan mental dan fisik dalam waktu seminggu dibandingkan kelompok yang tidak diminta tidak berbohong. Kelompok tanpa bohong juga mengaku hubungan pribadinya juga semakin membaik dan interaksi sosial semakin lancar.

Menariknya, beberapa responden berhasil menemukan cara cerdas untuk menghindari berkata bohong. Salah satunya dengan mengatakan prestasi sebenarnya yang dicapai dalam keseharian tanpa harus membesar-besarkan pencapaiannya. Untuk mengalihkan perhatian penanya, sebagian responden menanggapi pertanyaan yang menyulitkan dengan pertanyaan lain.

Kemudian, beberapa responden juga berhenti membuat-buat alasan palsu atas keterlambatan atau kegagalannya saat menyelesaikan tugas. "Saya kira berbohong dapat menimbulkan banyak stres, menyebabkan kecemasan dan bahkan depresi. Mengurangi kebohongan tidak hanya baik untuk hubungan, tapi juga baik untuk diri sendiri. Kebanyakan orang tahu dampak buruk dari berbohong terhadap hubungan, tapi tidak mengenali sejauh mana kebohongannya itu dapat menyebabkan stres," kata Dr Bryan Bruno, psikiater di Lenox Hill Hospital di New York City.

Kelly menjelaskan, penelitiannya berbeda dari literatur ilmiah lainnya karena tidak berfokus pada cara mendeteksi kebohongan, namun menekankan pada dampak kesehatan yang disebabkan dari berbohong.
(alv)
Berita Terkait
Aksi Bikin Onar Yudo...
Aksi Bikin Onar Yudo Andreawan di Tempat Umum, Apa Kata Ahli Kesehatan Mental?
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Berita Terkini
Viral! Petisi Cancel...
Viral! Petisi Cancel Sarwendah Tembus 27 Ribu Tanda Tangan
56 menit yang lalu
Taylor Swift Ungkap...
Taylor Swift Ungkap Alasan Tak Memakai Bridesmaids di Hari Pernikahannya
1 jam yang lalu
Jadi Pemeran Utama Film...
Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Ungkap Misi Film Ini
2 jam yang lalu
Inayah Wahid Debut di...
Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
3 jam yang lalu
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
4 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Gentar...
Ruben Onsu Tak Gentar Ancaman Sarwendah, Kuasa Hukum Sebut Juga Punya Bukti Kejutan
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved