Hasil Studi Ungkap 70 Persen Pasien Sarkoma Salah Penanganan

Selasa, 06 November 2018 - 22:31 WIB
Hasil Studi Ungkap 70...
Hasil Studi Ungkap 70 Persen Pasien Sarkoma Salah Penanganan
A A A
JAKARTA - Sebuah penelitian menemukan kesalahan penanganan terhadap 70 persen pasien sarkoma, sehingga itu turut berkontribusi pada masih rendahnya tingkat kelangsungan hidup rata-rata lima tahun yaitu sekitar 50 persen. Sementara, sebuah studi di Amerika Serikat (AS) memprediksi lebih dari 13.000 orang di AS akan terdiagnosis memiliki sarkoma jaringan lunak di tahun ini.

Sarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan ikat seperti otot, lemak, tulang, tulang rawan dan pembuluh darah. Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun serta memiliki gejala yang tampaknya tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan.

(Baca juga: Mari Mengenal Sarkoma, Kanker yang Berkembang di Jaringan Ikat )

"Ini memperihatinkan karena sampai saat ini pemahaman kita akan sarkoma yang begitu kompleks ini masih kurang lengkap, khususnya di Asia. Dibandingkan dengan populasi barat, masih belum banyak pusat data nasional yang resmi di Asia sehingga data tentang prevalensi sarkoma dan bagaimana penyakit tersebut dikelola di wilayah ini masih terbatas. Ini sering menyebabkan diagnosis yang terlambat atau tidak akurat yang kemudian menyebabkan penanganannya juga tidak tepat," jelas Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC), Dr. Richard Quek.

Sarkoma sendiri mencakup lebih dari 70 sub tipe dan menjadikannya salah satu tipe kanker yang paling sulit untuk didiagnosis. Namun, secara umum pasien dapat dibagi ke dalam empat sub tipe utama sarkoma yaitu sarkoma jaringan lunak, gastrointestinal stromal tumor (GIST), sarkoma tulang seperti osteosarcoma dan ewing's atau rhabdomyosarcoma.

(Baca juga: Waspada! Jangan Pernah Remehkan Nyeri Sendi dan Perut Kembung )

Karena keberagaman sub tipe dan lokasi muncul sarkoma, tidak ada satu metode khusus yang dapat berlaku untuk semua kasus sarkoma. Di PCC, Dr. Richard menjelaskan, keahlian kolektif dari para pakar onkologi memungkinkan untuk membantu pasien mendapatkan diagnosis yang tepat sedini mungkin, memahami berbagai pilihan perawatan serta memilih kombinasi yang memberikan hasil yang optimal.

"PCC mengambil pendekatan multidisiplin menggunakan kombinasi dari operasi, kemoterapi dan atau radiasi untuk mengobati pasien sarkoma. Dalam menerapkan pendekatan ini, tim multidisipliner PCC juga bekerja dengan tim ahli medis berpengalaman dan berkualifikasi tinggi seperti Parkway Hospital," tandasnya.
(nug)
Berita Terkait
Kolaborasi untuk Tanggulangi...
Kolaborasi untuk Tanggulangi Beban Kesehatan akibat Kanker
Modifikasi Gaya Hidup...
Modifikasi Gaya Hidup Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara
Pengobatan Kanker Bersifat...
Pengobatan Kanker Bersifat Personal, Tergantung Diagnosa
Malu Dikira Alami Penyakit...
Malu Dikira Alami Penyakit Menular Seks, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Lidah
Kenali Gejala Kanker...
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Angka Kematiannya Cukup...
Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Berita Terkini
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
26 menit yang lalu
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
1 jam yang lalu
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
2 jam yang lalu
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
2 jam yang lalu
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
2 jam yang lalu
Infografis
Penanganan Covid-19,...
Penanganan Covid-19, Kemenag Tambah Ruang Perawatan Pasien Corona
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved