Kanker Prostat, Kasus Kanker Ketiga Terbanyak di Indonesia

Jum'at, 01 Februari 2019 - 04:30 WIB
Kanker Prostat, Kasus...
Kanker Prostat, Kasus Kanker Ketiga Terbanyak di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kanker prostat merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan dubur. Sekitar 15 kasus ditemukan di setiap populasi berjumlah 100.000 orang dan angka ini terus meningkat dengan cepat.

Kanker prostat pada tahap awal umumnya muncul tanpa gejala. Namun, pada tahap lanjut, gejala-gejala seperti perubahan pola berkemih yang lebih sering, sulit mulai atau berhenti, aliran lemah serta munculnya darah pada air seni dan nyeri tulang dapat muncul.

Sebaliknya, kanker penis lebih jarang ditemui tapi akibatnya banyak orang juga tidak familier dengan tipe kanker yang diasosiasikan dengan inveksi virus papiloma human (HPV) layaknya kanker serviks pada wanita. Gejala yang perlu diperhatikan diantaranya munculnya benjolan, ruam atau lecet yang tak kunjung sembuh serta pendarahan pada penis.

"Meningkatnya usia berperan besar terhadap kemunculan kedua kanker ini, demikian pula gaya hidup tidak sehat. Obesitas, akibat pola makan tak sehat dan kurang olahraga misalnya, meningkatkan kemungkinan pria mengidap kanker prostat. Sedangkan, merokok, seks bebas dan infeksi HIV mempertinggi prospek kanker penis," ujar ahli urologi Parkway Hospitals, Dr. Poh Beow Kiong saat acara Interaktif Mengenai Kanker Pria Bersama Parkway Cancer Centre (PCC) di Grand Sheraton Hotel, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Beruntungnya, berkat laju perkembangan penyakit yang relatif lambat dan kemajuan dunia medis, kedua tipe kanker ini memiliki tingkat penyembuhan yang tinggi. Tindakan medis untuk setiap pasien berbeda, tergantung dari usia, kondisi kesehatan pasien, tipe kanker, stadium kanker dan ada atau tidaknya penyebaran kanker di luar lokasi asal tumor.

Dalam kasus kanker prostat, pada stadium awal yang berisiko rendah, pasien umumnya memiliki pilihan perawatan meliputi observasi atau mengawasi kondisi tanpa perawatan medis, operasi, atau radiasi. Lain halnya dengan pasien yang mengidap kanker prostat stadium lanjut. Mereka membutuhkan perawatan dini untuk mengurangi gejala dan meningkatkan harapan hidup.

"Yang penting, pasien harus mendapatkan diagnosis yang akurat untuk mengetahui tipe serta tahap kanker yang diidapnya, sehingga ia bisa mendapatkan rencana perawatan yang optimal, entah itu radiasi, operasi atau lainnya," kata Dr. Poh.

Saat ini terdapat banyak pilihan perawatan untuk kanker prostat stadium lanjut, termasuk terapi hormon untuk menurunkan tingkat hormon pria pasien, kemoterapi, imunoterapi dan terapi target radiasi tulang. Beberapa studi mengungkapkan bahwa pendekatan multidisiplin berkontribusi terhadap rencana perawatan yang optimal dalam penanganan kanker.

"PCC percaya, dengan semakin baiknya kesadaran publik terhadap kanker pria serta akses terhadap pusat kanker berspesialisasi tinggi seperti PCC, pasien akan lebih terbantu dalam mendapatkan perawatan dini dan terutama, kualitas hidup yang lebih baik," kata Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Center, Dr. Richard Quek.
(alv)
Berita Terkait
Opsi Pengobatan Makin...
Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Lewat Unggahan Positif,...
Lewat Unggahan Positif, Masyarakat Peduli Kanker Bisa Berdonasi Tanpa Sumbang Uang
Ibu-ibu Bhayangkari,...
Ibu-ibu Bhayangkari, Jalasenastri, dan Persit di Sikka Jalani Deteksi Dini Kanker Payudara
3 Kanker Paling Mematikan...
3 Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Waspadai Sejak Dini
9 Hal Mengejutkan yang...
9 Hal Mengejutkan yang Bisa Menyebabkan Kanker, dari Teh Panas hingga Alat Kontrasepsi
Kenali Risiko dan Gejala...
Kenali Risiko dan Gejala Limfoma, Kanker Darah yang Harus Diwaspadai sejak Dini
Berita Terkini
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
15 menit yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
1 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
1 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
2 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
3 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved