Pesona Earth Colour di Indonesia Fashion Week 2019
Sabtu, 30 Maret 2019 - 09:36 WIB
Pesona Earth Colour di Indonesia Fashion Week 2019
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah desainer memamerkan karya terbaik mereka di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 akhir pekan ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah konsep Earth Colour alias warna alam milik Nina Nugroho.
Ada lima koleksi Nina yang mencuri perhatian. Warna alam yang dibuatnya itu didasari gagasan ‘two in one’ yang bermakna dalam setiap baju rancangannya hanya mengandung dua warna saja.
“Temanya Universe, saya coba memanggil warna alam untuk masuk dalam desain saya,” kata Nina di sela-sela IFW 2019 yang digelar di JCC, Jakarta, Jumat (29/3/2019).
"Ini juga untuk mereduksi pemakaian kain yang berlebihan dalam sebuah baju. Seperti baju yang saya pakai saat ini, dua warna saja, tapi terlihat menarik,” tambahnya.
Desainer yang baru saja tampil di Hongkong Fashion Week pada Januari 2019 ini mengaku, karya terbarunya di IFW 2019 dilakukan karena dirinya ingin memberi pendekatan yang kuat dan sedikit spesifik di baju rancangannya itu, yakni pendekatan bagi desain wanita muslim yang dinamis.
Lewat rancangannya kali ini, dia juga ingin memberi pesan yang kuat bagi para buyer dan desainer lainnya. “Terus perkenalkan karya-karya desainer Indonesia ke mancanegara,” tandasnya.
Busana yang diperkenalkannya itu juga tak hanya untuk masyarakat Indonesia, juga Asia. Sementara, untuk merambah panggung internasional. Misalnya untuk pasar Eropa, Nina menggunakan warna berbeda. (Baca juga: Galeries Lafayette Dorong Desainer Indonesia Berkarya di Fashion Lab ).
“Kalau untuk Asia kan warna-warna pastel. Kalau warna-warna yang earth colour seperti ini cocok untuk dipasarkan di pasar Eropa,” jelas desainer yang punya ciri khas warna-warna basic, seperti hitam, putih, abu-abu, biru dan coklat ini.
Ada lima koleksi Nina yang mencuri perhatian. Warna alam yang dibuatnya itu didasari gagasan ‘two in one’ yang bermakna dalam setiap baju rancangannya hanya mengandung dua warna saja.
“Temanya Universe, saya coba memanggil warna alam untuk masuk dalam desain saya,” kata Nina di sela-sela IFW 2019 yang digelar di JCC, Jakarta, Jumat (29/3/2019).
"Ini juga untuk mereduksi pemakaian kain yang berlebihan dalam sebuah baju. Seperti baju yang saya pakai saat ini, dua warna saja, tapi terlihat menarik,” tambahnya.
Desainer yang baru saja tampil di Hongkong Fashion Week pada Januari 2019 ini mengaku, karya terbarunya di IFW 2019 dilakukan karena dirinya ingin memberi pendekatan yang kuat dan sedikit spesifik di baju rancangannya itu, yakni pendekatan bagi desain wanita muslim yang dinamis.
Lewat rancangannya kali ini, dia juga ingin memberi pesan yang kuat bagi para buyer dan desainer lainnya. “Terus perkenalkan karya-karya desainer Indonesia ke mancanegara,” tandasnya.
Busana yang diperkenalkannya itu juga tak hanya untuk masyarakat Indonesia, juga Asia. Sementara, untuk merambah panggung internasional. Misalnya untuk pasar Eropa, Nina menggunakan warna berbeda. (Baca juga: Galeries Lafayette Dorong Desainer Indonesia Berkarya di Fashion Lab ).
“Kalau untuk Asia kan warna-warna pastel. Kalau warna-warna yang earth colour seperti ini cocok untuk dipasarkan di pasar Eropa,” jelas desainer yang punya ciri khas warna-warna basic, seperti hitam, putih, abu-abu, biru dan coklat ini.
(tdy)