Eliminasi Ratusan Juta Plastik, Qantas Terbang Tanpa Sampah

Rabu, 15 Mei 2019 - 23:48 WIB
Eliminasi Ratusan Juta...
Eliminasi Ratusan Juta Plastik, Qantas Terbang Tanpa Sampah
A A A
JAKARTA - Penerbangan komersial bebas sampah yang diklaim pertama di dunia telah mengudara dari Sydney ke Adelaide, Australia. Penerbangan yang dioperasikan Qantas ini mengawali inisiatif maskapai tersebut untuk mengeliminasi 100 juta plastik sekali pakai pada akhir 2020 dan memangkas 75 persen sampah yang dihasilkannya pada akhir 2021.

Seluruh produk yang digunakan dalam penerbangan QF739 bersama awak kabin dari Qantas Grean Team ini akan diubah menjadi kompos, digunakan kembali, atau didaur ulang, sehingga tak akan menjadi sampah yang menuju ke tempat pembuangan. Saat keberangkatan, CEO Qantas Domestic, Andrew David mengatakan, penerbangan uji coba ini merupakan tonggak bersejarah dalam perjalanan maskapai nasional Australia tersebut untuk memangkas sampah.

"Dengan kapasitas penumpang yang melebihi 50 juta orang setiap tahunnya, Qantas dan Jetstar saat ini menghasilkan jumlah sampah yang setara dengan berat 80 pesawat 747 yang terisi penuh," kata David melalui keterangan pers yang diterima SINDOnews.

"Kami ingin tetap menghadirkan pelayanan terbaik seperti yang pelanggan kami nikmati saat ini, tetapi tanpa ribuan sampah yang menyertainya," sambungnya.

David mengungkapkan, penerbangan ini dapat menghasilkan 34 kilogram sampah sekali jalan, sehingga rute penerbangan Sydney-Adelaide menghasilkan 150 ton sampah setiap tahunnya. "Penerbangan hari ini merupakan kesempatan untuk menguji produk kami, menyempurnakan proses pengolahan sampah maskapai, dan mendapatkan masukan dari para penumpang," ungkap David.

Sekitar 1.000 benda berbahan dasar plastik sekali pakai diganti dengan alternatif berkelanjutan atau dihilangkan dari penerbangan tersebut, termasuk kemasan sajian susu dan vegemite. Produk alternatif yang digunakan saat penerbangan ini mencakup wadah makanan yang terbuat dari tebu, serta peralatan makan yang berbahan dasar kanji dari tanaman. Seluruh produk tersebut dapat sepenuhnya diubah menjadi kompos.

Usai makanan dinikmati penumpang, awak kabin Qantas mengumpulkan barang-barang yang tersisa untuk digunakan kembali, didaur ulang, atau diubah menjadi kompos, dalam beberapa arus pengolahan sampah. Penumpang menggunakan boarding pass digital dan penanda tas elektronik apabila memungkinkan. Sementara, staf Qantas siap memastikan bahwa setiap boarding pass dan penanda tas dari kertas dibuang secara berkelanjutan.

Lounge Qantas di terminal domestik Bandara Sydney pun ikut go green dengan penggunaan sejumlah arus pengolahan sampah untuk mendukung penerbangan bebas sampah perdana ini. Dalam upayanya untuk mengeliminasi 100 juta plastik sekali pakai setiap tahun pada akhir 2020, Qantas dan Jetstar akan mengganti penggunaan 45 juta gelas plastik, 30 juta set alat makan, 21 juta cangkir kopi, dan 4 juta penutup sandaran kepala dengan bahan alternatif ramah lingkungan.

Maskapai memiliki kewajiban hukum untuk memusnahkan beberapa materi, seperti makanan yang dikaratina dari penerbangan internasional. Qantas akan bekerja sama dengan pemasok dan otoritas terkait untuk memangkas volume sampah jenis ini. Inisiatif pengurangan sampah Qantas ini dikenal dengan nama Proyek Bowerbird. Bowerbird adalah spesies burung endemik Australia yang gemar memanfaatkan kembali benda-benda plastik kecil untuk membangun sarangnya. Nama ini dinominasikan oleh seorang awak kabin dalam kompetisi internal antarstaf.

Penerbangan bebas sampah ini akan menawarkan 100 persen offset karbon. Qantas menjalankan skema offset karbon terbesar di industri penerbangan, di mana satu penumpang setiap menit menetralkan porsi emisi karbon yang dihasilkannya di penerbangan Qantas. Tahun lalu, Qantas mengoperasikan penerbangan pertama antara Australia dan Amerika Serikat yang berbahan bakar hayati, yang diproses dari biji mustar. Selain itu, pada 2012, Qantas dan Jetstar mengoperasikan uji coba penerbangan berbahan bakar hayati untuk yang kali pertama di Australia.
(nug)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Populer...
5 Destinasi Wisata Populer di Dago Bandung, Tebing Keraton Jadi Fovorit
Daruma Pool and Coffee...
Daruma Pool and Coffee Destinasi Wisata Keluarga Baru di Tangerang
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
5 Pesona Desa Sembalun...
5 Pesona Desa Sembalun yang Jadi Destinasi Bulan Madu Halal, bak Surga Dunia
Deretan Wisata Religi...
Deretan Wisata Religi Bukit Doa Mahawu Sulawesi Utara, Ada Gua Bunda Maria
Sensasi Wisata Sarat...
Sensasi Wisata Sarat Fantasi di Sentosa Sensoryscape, Landmark Baru Singapura
Berita Terkini
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
11 menit yang lalu
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
53 menit yang lalu
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
1 jam yang lalu
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
2 jam yang lalu
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
2 jam yang lalu
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved