Tumbuh Paling Cepat, Tie-Dye Dominasi Industri Fesyen

Senin, 10 Juni 2019 - 23:37 WIB
Tumbuh Paling Cepat,...
Tumbuh Paling Cepat, Tie-Dye Dominasi Industri Fesyen
A A A
JAKARTA - Beberapa bulan terakhir, tie-dye telah mendominasi industri fesyen. Ini terlihat dari runway sejumlah pagelaran busana hingga toko-toko busana. Tie-dye pun diprediksi akan menjadi salah satu tren di musim panas.

Berdasarkan platform pencarian mode global, Lsyt melaporkan bahwa tie-dye sendiri menjadi salah satu kata kunci pencarian mode yang tumbuh paling cepat tahun ini. Lyst menyebutkan terjadi kenaikan pencarian sebesar 154 persen tahun ini dalam laporan tren triwulanannya.

Dilansir dari The Independent, koleksi-koleksi tie-dye pun datang melalui label Skandinavia Ganni dalam denim dua potong, seperti yang terlihat dikenakan Gigi Hadid di Coachella tahun ini. Ada juga top turtleneck elektrik Proenza Schouler yang menjadi top produk Lyst untuk 2019, dan rangkaian surfer Prada yang dibuat dengan cermat.

"Pada 2019, tie-dye relevan secara budaya," tegas Morgane Le Caer, reporter fashion di Lyst. "Awalnya dipakai pada 1960-an selama berbagai protes mahasiswa di Amerika, itu sekali lagi tampaknya dipandang sebagai protes damai terhadap iklim politik saat ini," lanjutnya.

Dalam proses pembuatannya, label Ganni misalnya, menggunakan metode manual untuk potongan tie-dye seperti pemutihan dan penyemprotan. Penata gaya selebriti, Alex Longmore menggambarkan proses tersebut sebagai kembalinya ke keahlian dasar bahwa tren tie-dye adalah tentang memperjuangkan tekstil, kain, dan seberapa banyak talenta dalam mendesain potongan-potongan ini.

"Sangat sulit untuk membuat kain tie-dye yang sempurna," tandas Alex Longmore.

Adapun cara memakai busana tie-dye tanpa terlihat berlebihan sebagaimana disarankan Emily Gordon-Smith, seorang direktur produk konsumen di perusahaan intelijen tren. Stylus merupakan dengan menggunakan satu warna, bukan banyak warna.

"Jangan memakai pewarna tie-dye penuh multi warna. Kami memperkirakan bahwa efek ombre dan dip-dye yang halus akan menjadi berita besar di musim gugur/musim dingin dan bahkan musim semi/musim panas mendatang sehingga barang-barang tersebut layak untuk diinvestasikan, terutama sebagai pembaruan elegan pada musim ini," saran Emily Gordon-Smith.
(nug)
Berita Terkait
10 Tren Fesyen dari...
10 Tren Fesyen dari Era Victoria hingga Modern: Cerminan Sejarah dan Fenomena Sosial
Suistainable Fashion...
Suistainable Fashion Jadi Tren 2023, Ini Rekomendasi Handbag yang Ramah Lingkungan
Tren Fesyen Pria Terus...
Tren Fesyen Pria Terus Alami Perkembangan dan Variasi yang Makin Berani
Tie-Dye Jadi Tren Busana...
Tie-Dye Jadi Tren Busana Musim Panas
Wajib Ada Dalam Lemari,...
Wajib Ada Dalam Lemari, Ini Pakaian yang Bisa Jadi Penyelamat Gaya!
Tren Baju Lebaran 2024...
Tren Baju Lebaran 2024 Didominasi Warna Biru Muda dan Bahan Shimmer
Berita Terkini
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
1 jam yang lalu
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
1 jam yang lalu
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
2 jam yang lalu
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
3 jam yang lalu
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved