Hal-Hal yang Perlu Dilakukan untuk Hindari Asfiksia pada Bayi Baru Lahir

Jum'at, 31 Januari 2020 - 10:11 WIB
Hal-Hal yang Perlu Dilakukan...
Hal-Hal yang Perlu Dilakukan untuk Hindari Asfiksia pada Bayi Baru Lahir
A A A
JAKARTA - Asfiksia pada bayi baru lahir dikenal juga dengan asfiksia perinatal atau neonartum. Kondisi ini terjadi ketika bayi kekurangan oksigen sebelum, selama, dan setelah proses persalinan. Tanpa asupan oksigen yang cukup, jaringan dan organ tubuh bayi akan mengalami kerusakan.

Selain gejala yang telah disebutkan di atas, asfiksia pada bayi baru lahir juga ditandai dengan detak jantung yang lambat, otot dan refleks yang lemah, kejang, kadar asam dalam darah yang sangat tinggi (asidosis), dan cairan ketuban yang berubah warna menjadi hijau.

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera, karena semakin lama bayi tidak mendapatkan cukup oksigen, akan semakin besar pula risikonya mengalami kerusakan pada organ, seperti paru-paru, jantung, otak, dan ginjal.

Seperti dilansir Alodokter, asfiksia pada bayi dapat disebabkan karena beberapa hal, di ataranya gangguan pada plasenta, seperti lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan (solusio plasenta). Lalu, tekanan darah ibu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah selama mengandung. Proses persalinan yang terlalu lama. Janin menderita anemia atau gangguan pernapasan ketika berada dalam kandungan. Infeksi, baik pada ibu maupun janin.

Bayi yang lahir dengan asfiksia kemungkinan akan memiliki nilai apgar di bawah 3. Jika asfiksia sudah terdeteksi saat bayi masih dalam kandungan, dokter kandungan kemungkinan besar akan menyarankan persalinan segera dengan operasi caesar, agar nyawa bayi dapat tertolong.

Setelah lahir, penanganan asfiksia pada bayi akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya sampai dia bisa bernapas sendiri dengan baik. Sementara, penanganan yang dapat diberikan oleh dokter anak berupa penggunaan alat bantu pernapasan untuk mengalirkan udara ke paru-paru bayi.

Selain itu, sebagian bayi mungkin akan membutuhkan tambahan gas nitric oxide melalui tabung pernapasan. Pemberian obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah dan meredakan kejang apabila terjadi.

Penting bagi Bunda untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan dengan USG agar kondisi kesehatan si kecil dapat terpantau dengan baik. Untuk menghindari asfiksia pada bayi, patuhilah anjuran dokter, minum vitamin prenatal sesuai anjuran dokter, dan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil.
(nug)
Berita Terkait
Amit-Amit Jabang Bayi...
Amit-Amit Jabang Bayi Bukan Mantra Tangkal Bayi Lahir dengan Kelainan Genetik, Yuk Simak Penjelasan Dokter
Berdampak Negatif pada...
Berdampak Negatif pada Bayi, Begini Cara Hindari Obesitas Selama Kehamilan
Hilangkan Rasa Mual...
Hilangkan Rasa Mual dan Muntah saat Hamil dengan 7 Makanan Ini
Bayi Sering Menangis...
Bayi Sering Menangis Tengah Malam, Apakah Alami Kolik?
5 Makanan yang Sebaiknya...
5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Berisiko terhadap Pertumbuhan Janin
Tes NIPT Akurat Deteksi...
Tes NIPT Akurat Deteksi Kelainan Kesehatan Genetik Calon Bayi
Berita Terkini
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
20 menit yang lalu
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
2 jam yang lalu
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
15 jam yang lalu
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
15 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
15 jam yang lalu
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
16 jam yang lalu
Infografis
Ketentuan Seragam dan...
Ketentuan Seragam dan 4 Hal yang Dilarang Selama MPLS 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved