Akibat Tak Rutin Sikat Gigi Malam, dari Sering Sakit hingga Rendah Diri

Minggu, 22 Maret 2020 - 11:13 WIB
Akibat Tak Rutin Sikat...
Akibat Tak Rutin Sikat Gigi Malam, dari Sering Sakit hingga Rendah Diri
A A A
JAKARTA - Menyikat gigi sebelum tidur agaknya belum menjadi kebiasaan anak-anak di dunia. Hal itu terbukti dari hasil survei yang menemukan bahwa di antara anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan gigi dan mulut kurang baik, 34%-nya belum membiasakan diri untuk sikat gigi di malam hari.

Melihat fakta tersebut, masih dalam suasana peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang jatuh tiap tanggal 20 Maret, brand pasta gigi Pepsodent bekerjasama dengan FDI World Dental Federation dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) kembali mengingatkan pentingnya menyikat gigi, terutama pada malam hari sebelum tidur.

Pada kesempatan kali ini, Pepsodent mengangkat hasil survei yang dilakukan di delapan negara mengenai pentingnya menanamkan kebiasaan menyikat gigi pada malam hari. Kebiasaan ini sangat penting namun ternyata masih sering dilewatkan oleh anak-anak maupun orangtua. Survei global tersebut dilakukan oleh Unilever bekerjasama dengan King’s College London dan melibatkan 5.000 anak beserta orangtua mereka di seluruh dunia.

Khusus di Indonesia, dengan 506 anak sebagai populasi sampel, terlihat bahwa di antara anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik, ternyata 34%-nya belum membiasakan diri untuk sikat gigi pada malam hari. Artinya, mereka belum menjadikan kebiasaan ini sebagai prioritas ataupun bagian dari rutinitas sebelum tidur.

Head of Sustainable Living Unilever Indonesia Foundation Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. menyampaikan, Pepsodent berkomitmen untuk menciptakan senyum sehat keluarga Indonesia, khususnya anak-anak, melalui rangkaian program sekolah yang melibatkan dokter gigi, guru, dokter kecil, dan sejumlah LSM terkait. Sebab, pihaknya percaya kalau setiap senyuman begitu berarti.

Program ini terus mempromosikan perilaku hidup bersih sehat termasuk di antaranya menyikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta menyediakan pemeriksaan gigi gratis.

“Sebagai official partner FDI World Dental Federation selaku penggagas Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia, Pepsodent kembali bekerjasama dengan PDGI untuk menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya kebiasaan sikat gigi di malam hari pada anak-anak di seluruh Indonesia. Terlebih karena survei global Unilever memperlihatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut anak yang tidak rutin menyikat gigi di malam hari ternyata dua kali lebih buruk dibandingkan yang menyikat gigi," kata drg. Mirah dalam konferensi pers online yang digelar belum lama ini.

Mereka, lanjut drg. Mirah, berpeluang 40% lebih tinggi untuk mengalami sakit gigi sehingga terpaksa harus absen sekolah dua kali lebih sering dibandingkan yang rajin menyikat gigi. Mereka pun menjadi tidak percaya diri di sekolah, di mana 25%-nya memilih untuk tidak aktif mengikuti kegiatan sekolah. Selain itu, anak-anak yang tidak menyikat gigi di malam hari sering diejek teman karena giginya tidak sehat, dan sepertiga dari mereka merasa rendah diri,” beber drg. Mirah.

Terkait edukasi, Ketua Pengurus Besar PDGI Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, Sp.BM (K), MM, mengatakan, menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat menekan kerusakan gigi hingga 80% pada anak-anak dibandingkan dengan hanya menyikat gigi satu kali sehari.

"Menyikat gigi di malam hari sangat penting karena mulut anak-anak menghasilkan lebih sedikit air liur ketika mereka tidur. Dalam kondisi ini, kuman dan bakteri memiliki lingkungan yang sempurna untuk berkembang lebih cepat, dan mengubah sisa makanan menjadi asam, dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang," jelas drg. Seno.

Orangtua memiliki peranan sangat penting untuk menanamkan kebiasaan menyikat gigi di malam hari. Namun, survei global Unilever memperlihatkan bahwa 24% orangtua di Indonesia justru membiarkan anak tidur sebelum menyikat gigi. Bahkan 21% orangtua menjadikan kebiasaan negatif ini sebagai reward untuk anak mereka. Maka, diperlukan komitmen kuat dari orangtua untuk menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak tidak merasa jenuh atau terpaksa untuk menyikat gigi sebelum tidur.

Sebagai alat bantu, Pepsodent bakal meluncurkan “Petualangan Mama Sigi & Pepo”, sebuah serial e-book yang menarik bagi anak-anak dan orangtua untuk mendorong rutinitas tidur yang positif. E-book ini berisi rangkaian cerita petualangan yang menyertakan kegiatan menyikat gigi sebelum tidur sehingga anak-anak bisa beristirahat dengan nyaman dan keesokannya percaya diri menghadapi hari yang baru. Dalam waktu dekat, e-book ini bisa didapatkan di www.tanyapepsodent.com.
(tsa)
Berita Terkait
12 Cara Cegah Karies...
12 Cara Cegah Karies Gigi pada Anak
Hydroxyapatite vs Fluoride,...
Hydroxyapatite vs Fluoride, Kandungan Alami yang Semakin Diandalkan untuk Kesehatan Gigi Anak
5 Cara Ajarkan Anak...
5 Cara Ajarkan Anak Rajin Gosok Gigi di Rumah
Gigi Anak Rawan Berlubang,...
Gigi Anak Rawan Berlubang, Begini Cara Mencegahnya!
Alarm Orang Tua: 93%...
Alarm Orang Tua: 93% Anak Indonesia Alami Karies Gigi, Cek Kandungan Susu Formula
Anak Demam saat Akan...
Anak Demam saat Akan Tumbuh Gigi Bukan Efek Normal, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
37 menit yang lalu
Richard Lee Akui Seluruh...
Richard Lee Akui Seluruh Perbuatannya, Kejari Tangerang: Kasus Sudah Terang Benderang
1 jam yang lalu
Dipersulit Sarwendah...
Dipersulit Sarwendah Ketemu Anak, Ruben Onsu Banjir Dukungan dari Teman Artis
2 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 65 : Dipa Kembali Pengaruhi Novan yang Mulai Ragu
2 jam yang lalu
Makin Panas, Kuasa Hukum...
Makin Panas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tidak Tulus
2 jam yang lalu
Tak Lupa Masa Lalu,...
Tak Lupa Masa Lalu, RM BTS Beri Hadiah Pernikahan Rp120 Juta untuk Sleepy
2 jam yang lalu
Infografis
Akibat Meminum Kopi...
Akibat Meminum Kopi Berlebihan, dari Obesitas hingga Kematian Dini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved