alexametrics

Sariayu Konsisten Angkat Kandungan Natural dari Alam Indonesia

loading...
A+ A-
JAKARTA - Berupaya mencapai target pertumbuhan konservatif 8% dengan fokus ke perbaikan laba bersih di tahun ini, Sariayu Martha Tilaar tidak hanya mengandalkan strategi digital. Merek yang berada di bawah naungan PT Martina Berto Tbk ini juga melakukan strategi lainnya untuk bisa mencapai target tersebut.

Beberapa yang dilakukan antara lain memperkuat ekuitas merek, fokus produk di kategori yang masih bertumbuh, konsisten menggarap konsumen baru, serta mengeluarkan produk baru yang menarik dan inovatif. Untuk produk baru, Sariayu di tahun ini meluncurkan Sariayu Color Trend Inspirasi Sumba.

Menurut Managing Director PT Martina Berto Tbk, B Kunto W Widarto, Sariayu Color Trend Inspirasi Sumba merupakan rangkaian produk makeup dengan keunggulan multi benefit, multi fungsi dengan warna-warna yang tahan lama, ringan, glowing dan dapat menjaga kelembapan kulit, karena dibuat dengan menggunakan teknologi Staymoist Avocado Lock.



Sariayu Color Trend Inspirasi Sumba terdiri dari tiga produk yaitu Lip & Cheek, Cheek Palette dan Eye Makeup Kit. Lip & Cheek merupakan produk yang dapat dipakai baik sebagai lipstik maupun blush-on. Sementara Cheek Palette adalah produk yang dapat dipakai sebagai blush-on, highlighter dan conturing. Dan Eye Makeup Kit adalah produk yang berfungsi sebagai eyeliner, eye shadow dan eye brow.

Sariayu konsisten mengangkat kandungan natural dari alam Indonesia. Bahkan terdapat produk Sariayu yang komponen bahan bakunya 98% berasal dari bahan natural. Selain itu, Sariayu konsisten menjalankan salah satu pilar perusahaan -Beauty Green- yang diwujudkan melalui pendekatan clean beauty yaitu bebas dari bahan berbahaya, tidak diuji pada hewan, tidak merusak lingkungan dan halal.

Sementara itu, Sariayu terus menunjukkan tren positif sepanjang 2019. Sebagai salah satu brand kosmetik lokal, Sariayu memiliki visi mengangkat kearifan dan kekayaan tanah air sejak hampir 50 tahun silam. Kendati tidak begitu maksimal, namun setidaknya di kategori skincare dan makeup base, Sariayu tumbuh sekitar 5-8%.

Di samping itu, Sariayu juga berhasil memperbaiki laba bersihnya menjadi 12,4% di tahun yang sama. Pencapaian itu tak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan perusahaan sehingga mampu ekspansi meski berada di tengah kondisi ekonomi dan persaingan yang cukup ketat saat ini. Bukan hanya itu, berbagai koleksi penghargaan juga berhasil disabet Sariayu selama 2019. Salah satunya Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 untuk kategori Pelembap Wajah, Masker Wajah, Krim Pemutih dan Bedak Muka Padat.

"Tahun 2019, Sariayu fokus campaign melalui saluran digital untuk produk skincare dan makeup base. Ke depannya, digital marketing akan terus kami perkuat dengan komunikasi yang informatif dan interaktif ke target market yang tepat," ujar Kunto dalam keterangan tertulisnya.

Dalam berstrategi digital, kata Kunto, pihaknya telah memperkuat aset digital, baik dari segi website, sosial media, YouTube dan memanfaatkan kekuatan masing-masing platform atau dengan kata lain omni digital channel. "Kami juga akan terus memperkuat kerjasama dengan influencer, KOL dan komunitas untuk memperkuat review produk kami," ujarnya.

Seluruh produk Sariayu sudah merambah pasar internasional seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, Hongkong, China, Mauritius dan beberapa negara di Afrika Timur. Bahkan di 2019, perkembangan pasar ekspor telah tumbuh pesat hingga 120%.
(nug)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak