alexametrics

PB IDI Ungkap Dr. Naek Diduga Meninggal karena COVID-19

loading...
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M. Faqih, SH, MH mengungkapkan, seksolog ternama era 1980-an, Dr. Naek L Tobing diduga meninggal dunia karena COVID-19. Untuk informasi lebih lanjut, dr. Daeng mengatakan tengah menelusuri kabar ini.

"Diduga COVID. Masih ditelusuri kebenarannya," kata dr. Daeng saat dihubungi SINDOnews, Senin (6/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dr. Naek meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Dr. Naek menghembuskan napas terakhirnya di usia 79 tahun. Kabar duka pertama kali disampaikan melalui akun Facebook Dormahn Pinda Hutajulu.



"Beristirahatlah dalam damai, Tulang/Paman kami, Dr Naek L Tobing SpKJ. Terima kasih untuk semua nasihat dan teladan. We love you. Lae Dr Naek L Tobing tadi pagi Jam' 10.11 wib. Mohon doanya .... Kami yang berduka cita: Dr Marion Aritonang (istri), Dr Panahatan Aritonang (anak), Thomson Aritonang (anak)," tulis akun tersebut.

Dr. Naek L Tobing lahir di Pulau Samosir, Tapanuli, 14 Agustus 1940. Dr. Naek merupakan ahli seksologi yang terkenal. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan lulus pada 1966.

Setelah lulus dari USU, Dr. Naek melanjutkan pendidikannya ke program dokter spesialis kesehatan jiwa di Universitas Indonesia dan lulus pada 1976. Dr. Naek juga diketahui sempat tergabung dengan organisasi Ikatan Dokter Jiwa Indonesia (IDAJI).

Selain berprofesi sebagai dokter, Dr. Naek juga pernah menulis buku berjudul 100 Pertanyaan Mengenai Homoseksualitas, Seks: Masalah dan Solusi, Problema Seks Dalam Rumah Tangga, Seks dan Problemanya, Masalah Seks di Kalangan Remaja, Masalah dan Solusi (1994), Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri.

Di sisi lain, Dr. Naek kerap pula tampil mengisi rubrik seksologi di berbagai majalah dan surat kabar nasional. Ia juga sering diundang sebagai pembicara dalam acara bertema kesehatan yang berkaitan dengan masalah seksologi di berbagai stasiun televisi maupun radio di seluruh Indonesia.
(tsa)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak