Pandemi AIDS Capai Awal dari Akhir

Senin, 01 Desember 2014 - 13:07 WIB
Pandemi AIDS Capai Awal...
Pandemi AIDS Capai Awal dari Akhir
A A A
LONDON - Dunia telah mencapai “awal dari akhir” pandemi AIDS yang telah menginfeksi dan menewaskan jutaan orang dalam 30 tahun terakhir.

Jumlah orang yang baru terkena HIV selama tahun lalu lebih rendah dibanding orang positif HIV yang bergabung dengan mereka yang mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Dalam sebuah laporan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh hari ini, Senin (1/12/2014), kelompok kampanye perlawanan terhadap AIDS, ONE, memperingatkan, meskipun telah mencapai puncaknya, itu tidak berarti AIDS segera berlalu.

“Kita sudah melewati titip puncak dalam perlawanan melawan AIDS pada level global, tapi, tidak semua negara berada di sana dan pencapaian yang terjadi bisa dengan mudah berhenti atau terlepas,” papar Direktur Kebijakan Kesehatan Global ONE Erin Hohlfelder, yang dikutip Reuters.

Human immunodeficiency virus atau virus penurunan kekebalan tubuh manusia (HIV) yang menyebabkan AIDS ditularkan melalui darah, air mani dan air susu ibu. Sampai saat ini belum ada obat penyembuh infeksi itu, tapi AIDS bisa ditekan selama bertahun-tahun dengan mengonsumsi berbagai obat antiretroviral.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan pada 2013, 35 juta orang hidup dengan HIV, 2,1 juta orang baru saja terinfeksi virus itu dan sekitar 1,5 juta orang tewas akibat AIDS. Sejauh ini, bagian terparah yang menanggung HIV/AIDS adalah kawasan sub-Sahara Afrika.

Pandemi AIDS dimulai lebih dari 30 tahun lalu dan sejauh ini telah menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia.

Badan urusan AIDS PBB, UNAIDS, mengungkapkan hingga Juni 2014, sekitar 13,6 juta orang secara global memiliki akses terhadap obat-obatan. Angka ini meningkat drastis dari hanya 5 juta orang yang mendapatkan perawatan pada 2010.

“Meskipun ada berita baik, kita seharusnya tidak perlu melakukan perayaan,” ujar Hohlfelder.

Dia mengemukakan sejumlah ancaman terhadap kemajuan saat ini, termasuk kurangnya dana senilai USD3 miliar yang dibutuhkan tiap tahun untuk mengendalikan HIV di seluruh dunia. “Kami ingin melihat dana baru yang kuat dari basis yang lebih banyak, termasuk dari anggaran domestik Afrika,” papar Hohlfelder.

ONE juga mencatat HIV juga kian terkonsentrasi di antara populasi yang sulit didekati, seperti pengguna narkoba suntik, kaum homoseksual dan pekerja seks komersial—kelompok-kelompok yang sering kali terstigma dan menghadapi masalah dalam mengakses layanan perawatan dan pencegahan.
(alv)
Berita Terkait
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
16 menit yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
1 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
1 jam yang lalu
Rekomendasi Microdrama...
Rekomendasi Microdrama V+Short Bertema Perselingkuhan, Konfliknya Bikin Emosi!
2 jam yang lalu
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
2 jam yang lalu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved