Permen Kopi Kenyal Inovasi Mahasiswi

Kamis, 11 Desember 2014 - 10:00 WIB
Permen Kopi Kenyal Inovasi...
Permen Kopi Kenyal Inovasi Mahasiswi
A A A
SURABAYA - Produk permen kopi yang satu ini akan menggoda siapa pun yang belum pernah mencicipinya. Berbeda dengan permen konvensional, produk ini muncul dalam model baru: jelly candy.

Inovasi yang diciptakan dua mahasiswi Fakultas Fakultas Teknologi Pertanian, Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), yaitu Fransiska Verawati Jinus dan Marsa Dea Erika, ini lunak dan kenyal, seperti jelly pada umumnya. Tampilannya pun bisa dibentuk sesuai selera. Bisa bulat pipih, bentuk karakter kartun dan lainnya mengikuti bentuk centakan. Jelly candy juga bisa dibuat dengan memanfaatkan konjak (sejenis umbi-umbian, porang atau keladi).

Menurut kedua pencetusnya, permen ini tidak hanya digemari anak muda, namun juga orang tua yang sudah mulai tanggal gigi.

“Ide membuat permen jel berbahan kopi ini sebenarnya sudah sejak setahun lalu. Ide muncul begitu saja saat melihat di kampung asal saya banyak kopi. Kebetulan keluarga juga mengelola kebun dan menjadi petani kopi,” ungkap Fransiska.

Mahasiswi asal Flores Nusa Tengara Timur (NTT) ini sudah familier dengan kopi. Dia merasa sayang jika keluarga dan orang di kampungnya sebatas menikmati kopi hanya dengan diseduh.

Berharap orang lain bisa membuat permen kopi yang lunak, Fransiska berbagi tips dan menjelaskan tahapan pembuatan. “Tahapannya, pilih kopi bebas kutu, ukuran biji seragam, kemudian disanggrai 30 menit. Selanjutnya digiling, diseduh dengan air panas, diaduk, disaring biar bebas dari ampas. Tidak adanya unsur ampas membuat warna seragam dan permen nyaris bening,” beber dia.

Kalau tidak disaring, permen akan kasar. Seduhan kopi kemudian dicampur dengan bahan pendukung lain, seperti gula pasir dan sirup glukosa. Semuanya dipanaskan kembali dengan api kecil, namun stabil sambil terus diaduk supaya tidak terjadi granulisasi atau penggumpalan.

“Dipanaskan hingga 120 derajat, kemudian didinginkan hingga 80 derajat. Sambil menunggu proses pendinginan, disiapkan adonan berikut. Sisa seduhan kopi yang sudah disaring dicampur dengan karagena yang berbahan rumput laut serta gelatin dengan bahan dasar sumsum sapi. Karagena dan gelatin ini untuk membuat kenyal,” tutur Fransiska.

Dua jenis seduhan selanjutnya dipadukan, dicampur dan dimasukan cetakan. Setelah dingin, permen jel bisa dilepas dari cetakan. Atau tetap dibiarkan di cetakan, disimpan di lemari pendingin.

Meski tidak menggunakan bahan pengawet, permen empuk ini mampu bertahan hingga seminggu. Kandungan glukosa mampu menjadi pengawet alami. “Untuk tahapan dan bahan permen jel konjak sama. Hanya bahan kopi diganti dengan konjak, sejenis umbi-umbian,” timpal Marsa.

Pemanfaatan kopi sebagai permen lunak menjadi harapan Fransiska. Dia ingin kopi jenis Arabica flores bisa lebih dikenal. Sekembalinya ke kampung halaman setelah lulus, Fransiska ingin lebih mengenalkan permen empuk itu.
(alv)
Berita Terkait
Dikembangkan 1,5 Tahun,...
Dikembangkan 1,5 Tahun, MariCafe Coffee Candy Beri Sensasi Ngopi yang Berbeda
Kopi Jangkung Hadirkan...
Kopi Jangkung Hadirkan Cita Rasa Menyeruput Biji Kopi Asli Bogor
Mengenal Kopi Gayo,...
Mengenal Kopi Gayo, Kopi Arabika asal Aceh yang Mendunia
Nicholas Saputra Puji...
Nicholas Saputra Puji Cita Rasa Kopi Lokal: Saya Nikmati dengan Berbagai Cara
Wangi Kopi Indonesia...
Wangi Kopi Indonesia Sampai ke Arab Saudi, 12 Ton Mendarat di Riyadh
4 Manfaat Biji Kopi...
4 Manfaat Biji Kopi Arabika untuk Atasi Masalah Rambut
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
8 jam yang lalu
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
9 jam yang lalu
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
10 jam yang lalu
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
10 jam yang lalu
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
10 jam yang lalu
Gebrakan Riswandi, Pemuda...
Gebrakan Riswandi, Pemuda Bulukumba yang Bantu UMKM Lokal Lewat Literasi Visual
11 jam yang lalu
Infografis
Inovasi Program Makan...
Inovasi Program Makan Siang Gratis, Berikut Manfaat Susu Ikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved