Menu Tradisional Makin Dicari

Kamis, 08 Januari 2015 - 10:51 WIB
Menu Tradisional Makin...
Menu Tradisional Makin Dicari
A A A
TAHUN ini menu-menu tradisional digadang- gadang bakal menjadi tren alias digemari. Namun, dengan catatan, menu tersebut ditampilkan secara mewah dan modern.

Hal ini dikatakan runner-up MasterChef Indonesia 3 , Febrian Wicaksono. Chef Febrian memprediksi, sesuatu yang unik akan mudah menjadi tren di Indonesia. “Saya lihat beberapa restoran sudah mulai menerapkan makanan Indonesia dengan tampilan vine dining atau bistro ,” katanya, seperti dikutip Okezone .

Dia menyebutkan, banyak cara untuk mengangkat kuliner Indonesia sehingga tidak kalah pamor dengan kuliner mancanegara. Salah satunya dengan menyajikan masakan melalui cara berbeda. Apalagi, lanjut Febrian, karakter selera masyarakat di Indonesia cenderung menyukai masakan dengan tampilan unik dan berbeda. Sepanjang 2015 akan banyak bermunculan makanan Indonesia dengan tampilan mewah.

“Nantinya banyak masakan Indonesia dikemas seperti masakan Barat,” katanya. Coorporate Chef Hotel Horison Hendro Soejadi juga sependapat. Dia memprediksi kuliner Nusantara bakal menjadi tren pada tahun ini. Menurut dia, saat ini semakin banyak chef lokal yang percaya diri dan mampu mengolah hidangan tradisional. Selain rasanya yang khas, salah satu strategi untuk mengangkat pamor makanan tradisional di tengah masyarakat Indonesia, para chef lokal harus kreatif menyajikan kuliner tradisional. Tampilannya harus modern.

“Traditional cuisine tapi modern presentation , ini yang menurut saya, para chef lokal akan lakukan untuk mengangkat makanan tradisional. Biasanya dari tampilan penyajiannya, orang akan berselera untuk menikmati sebuah makanan,” kata Chef Hendro. Dia mencontohkan opor ayam atau rendang daging. Semestinya, hidangan Nusantara ini disuguhkan dengan cara yang lebih modern sehingga semakin mengundang selera makan pencinta kuliner.

Salah satu alasan yang membuat para chef lokal semakin bangga mengolah makanan tradisional, menurut Hendro, justru karena makanan tradisional lebih sulit pengolahannya ketimbang makanan Eropa atau Barat.

“Makanan Eropa itu lebih mudah cara pengolahannya. Coba kalau makanan tradisional, bahan-bahan bumbunya harus dihaluskan dulu, diblender, ditumis sampai harum, sampai keluar minyaknya, tapi justru ini yang menantang kemampuan chef kita untuk membuat masakan yang lezat,” tutur pendiri sekolah Culinary Foodies Academy ini.

Novi/okezone
(ars)
Berita Terkait
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Perjalanan Inspiratif...
Perjalanan Inspiratif Erwin Mengejar Passion sebagai Food Blogger
Mudahkan Pencarian Kuliner...
Mudahkan Pencarian Kuliner di Instagram, Felix Setiawan Ajak Sejuta Pengikutnya Selami Bandung dan Jakarta
Food Estate Diyakini...
Food Estate Diyakini Mampu Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Food Estate Dinilai...
Food Estate Dinilai Jadi Peluang Positif untuk Realisasikan Kemandirian Pangan
Food Estate Dinilai...
Food Estate Dinilai Jadi Solusi Tepat Hadapi Penyusutan Lahan Pertanian
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
8 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
8 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
8 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
9 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
9 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
10 jam yang lalu
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved