Rempah-rempah Indonesia Diperkenalkan Dalam Ethnic Food Europe 2015

Kamis, 22 Januari 2015 - 14:10 WIB
Rempah-rempah Indonesia...
Rempah-rempah Indonesia Diperkenalkan Dalam Ethnic Food Europe 2015
A A A
AMSTERDAM - Indonesia turut berpartisipasi dalam Ethnic Food Europe 2015 Trade Show acara ini berlangsung pada 12-15 Januari di Amsterdam RAI Exhibition and Convention Centre, Belanda.

Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Perdagangan RI dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda ini adalah kegiatan pertama dimana Indonesia turur berpartisipasi dalam pameran kuliner terkemuka di Eropa.

Dikutip dari Indonesia travel, Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia dan Afrika yang berhasil ikut serta dalam ajang perdagangan industri tingkat internasional tersebut.

Acara yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan beberapa negara yang memamerkan hasil bumi,
produk makanan jadi, bumbu dan rempah-rempah lokal. Indonesia pada Ethnic Food Europe 2015 Trade Show menempati booth bernama Paviliun Indonesia. Dengan ruang seluas 60 meter persegi, Indonesia membuktikan kekayaan rempah yang begitu beragam.

Dalam acara ini pengunjung dapat melihat merica butiran, biji pala hingga kayu manis. Paviliun
Indonesia turut memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada 14 ribu pengunjung yang hadir setiap harinya. Pengunjung bisa menemukan produk makanan organik dan rempah etnik dari Kampung Kearifan (Javara) serta bumbu olahan produk dalam negeri.

Aneka rendang telur, suwir, teri, belut dan paru, di bawa ke Belanda demi memuaskan rasa keingintahuan masyarakat luar negeri akan makanan tradisional Indonesia.

Selain itu, deretan chef profesional Indonesia yang tinggal di Belanda, seperti chef Eduard Roesdi (chef owner Iboe Tjilik, Belanda), Didi Han (Senior Chef), serta Gentur Respati (Ambassador of Indonesia Chef Association - ICA-Belanda) dan Agus Hermawan (Executive chef Restaurant Blauw) berkesempatan memberikan demo masak.

Ethnic Food Eropa dikenal sebagai kiblat pameran pangan, sekaligus tempat berkumpulnya ragam pangan dari berbagai negara. Tidak hanya itu, Ethnic Food Eropa juga menjadi tempat bertemunya
penjual dan pembeli, sekaligus pintu masuk perdagangan antar negara dari berbagai belahan dunia.

Dengan demikian, ajang ini membantu perkembangan industri makanan dan minuman masing-masing negara.
(nfl)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
59 menit yang lalu
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
1 jam yang lalu
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
2 jam yang lalu
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
3 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
3 jam yang lalu
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved