Deteksi Alzheimer dengan Warna Kulit

Senin, 16 Maret 2015 - 06:56 WIB
Deteksi Alzheimer dengan...
Deteksi Alzheimer dengan Warna Kulit
A A A
MEKSIKO - Tes kulit dipercaya dapat mendiagnosa seseorang terkena Demensia Alzheimer. Para peneliti di Meksiko telah mengembangkan tes tersebut. Dilansir dari VOA, tes tersebut dapat mendeteksi protein-protein abnormal yang spesifik pada penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Berdasarkan data kelompok Alzheimer's Disease International, sebanyak lebih dari 44 juta orang di seluruh dunia menderita Alzheimer. Penyakit ini membuat para manula kehilangan ingatan jangka pendek mereka. Parahnya, Alzheimer dapat mengarah pada kematian.

Penyakit ini merupakan bentuk paling umum dari demensia. Namun ada bentuk-bentuk lain dari penyakit otak progresif, seperti demensia vaskuler, yang menyerupai gejala-gejala tahap awal Alzheimer dan menyebabkan masalah-masalah kognitif. Tidak seperti Alzheimer, para pasien demensia vaskuler dapat hidup bertahun-tahun.

Kelainan gerakan, Parkinson juga dapat didiagnosa dalam tahap-tahap awal melalui tes kulit. Para peneliti di University of San Luis Potosi, Meksiko, telah mengembangkan cara untuk mendiagnosa Alzheimer dan kelainan kognitif lainnya, menggunakan sepotong kecil kulit pasien.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa protein-protein khusus dengan tingkat tinggi yang tidak wajar yang ada di jaringan otak, ternyata ada juga di sel-sel kulit. Neurolog Ildefonso Rodriguez-Leyva memimpin studi menggunakan biopsi kulit untuk mendiagnosa orang-orang dengan beragam bentuk demensia.

"Kulit sangat erat terhubung dengan sistem syaraf, karena mereka memiliki asal yang sama. Lalu kami memutuskan untuk melihat kemungkinan menemukan protein-protein yang tidak normal di otak, di kulit. Dan kami menemukannya. Kulit untuk kami benar-benar luar biasa," ujar Rodriguez-Leyva.

Saat ini, diagnosis Alzheimer didasarkan pada observasi klinis, karena tidak mungkin mengambil sampel-sampel jaringan dari orang hidup untuk mendiagnosisnya. Diagnosis dini untuk Alzheimer dan Parkinson berarti perawatan dapat dimulai lebih awal sehingga meningkatkan kualitas hidup.
(nfl)
Berita Terkait
4 Latihan Otak untuk...
4 Latihan Otak untuk Mencegah dan Mengelola Alzheimer
Mengenal Alzheimer,...
Mengenal Alzheimer, Penyakit yang Membuat Chris Hemsworth Vakum dari Dunia Hiburan
Penyakit Alzheimer Kini...
Penyakit Alzheimer Kini Bisa Dideteksi Lewat Tes Darah
5 Gejala Awal Alzheimer...
5 Gejala Awal Alzheimer yang Perlu Anda Kenali
Peduli Alzheimer, Alzi...
Peduli Alzheimer, Alzi Gaungkan Kampanye Melawan Demensia sejak Muda
Ini 12 Penyebab Amnesia...
Ini 12 Penyebab Amnesia yang Perlu Diwaspadai
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
3 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
4 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
5 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
5 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
7 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
8 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved