Dikawal Tentara Amerika, Dilarang Menunjuk

Jum'at, 17 April 2015 - 08:34 WIB
Dikawal Tentara Amerika,...
Dikawal Tentara Amerika, Dilarang Menunjuk
A A A
Stasiun Dorasan menjadi tempat terakhir sebelum kami menuju Panmunjeom (Joint Security Area-JSA). Sebagian besar dari rombongan tidak melanjutkan perjalanan ke Panmunjeom.

Hanya ada 5 dari 30 orang di rombongan kami, termasuk saya. Kami harus bergabung dengan rombongan lain untuk menuju ke sini. Setelah istirahat makan siang kami siap pergi ke daerah JSA. Paket tur ini termasuk biaya makan siang. Pemeriksaan lebih ketat ketika kami sampai di security check-in. Setidaknya saya melihat ada empat lapis barisan tentara yang berjejer rapi di sana.

Kami juga harus menunjukkan paspor lagi. JSA sendiri adalah wilayah netral untuk kedua negara. Kawasan JSA masih di bawah pengawasan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Camp Bonifas adalah tempat kami masuk sebelum menuju JSA. Pemeriksaan benar-benar sangat ketat. Sebelum memasuki area, kami disambut seorang tentara Amerika yang memeriksa paspor dan juga beberapa barang yang kami bawa.

Kami juga tidak boleh mengambil foto selama proses pemeriksaan berlangsung dan dalam wilayah JSA. Ada beberapa negara yang tidak boleh berkunjung ke sini. Di Camp Bonifas, kami berhenti lebih kurang sekitar 30 menit untuk briefing. Pemandu kami menjelaskan tentang JSA dan sejarahnya.

Dari tempat ini, kami tidak boleh lagi membawa peralatan, kecuali kamera. Kami pun harus naik bus PBB untuk menuju JSA dan menggunakan tanda pengenal. Seorang tentara Amerika menjadi pemandu kami. Selama dalam perjalanan kami diminta tidak memotret, menunjuk, atau berlaku yang aneh.

Hal ini tidak lain karena semua kegiatan kami dimonitor. Akhirnya kami sampai ke Freedom House. Bangunan ini sangat megah dan indah, kemudian kami naik tangga di sana. Di seberang tangga, kami sampai di JSA. Ketegangan sangat terasa ketika kami sampai di sini. Semua penjaga sangat serius dan tidak tersenyum sama sekali. Kami diizinkan untuk memotret selama di JSA dalam beberapa menit.

Di depan, lebih kurang 200 meter, kami dapat melihat langsung wilayah Korea Utara. Tampak beberapa penjaga juga sedang menjaga gedung di sana. Tidak lama kami berada di sini kemudian kami kembali ke Camp Bonifas. Perjalanan selama satu hari di perbatasan Korea Utara dan Selatan ini sungguh sangat berkesan.

Kami tidak hanya bisa melihat langsung kegiatan di perbatasan, tetapi juga belajar sejarah mengenai kedua bangsa. Sama seperti harapan rakyat Korea Selatan bahwa suatu saat saya pun ingin melihat reunifikasi kedua bangsa ini.

Ony Jamhari
Kontributor KORAN SINDO
(bbg)
Berita Terkait
Kemenparekraf Ajak Masyarakat...
Kemenparekraf Ajak Masyarakat Dukung Wisata lewat Tagar #DiIndonesiaAja
Dwidayatour Carnival...
Dwidayatour Carnival Digelar 26-28 Januari 2024
Isi Bulan Ramadhan,...
Isi Bulan Ramadhan, ABT Travel dan MIW Salurkan Paket Santunan
Ini Beberapa Tips Memilih...
Ini Beberapa Tips Memilih Agen Travel Umrah yang Aman
Liburan Tidak Terlupakan...
Liburan Tidak Terlupakan dengan Dwidayatour Carnival
ASTINDO Travel Fair...
ASTINDO Travel Fair Hadir di PIK Avenue 29 Agustus - 1 September 2024
Berita Terkini
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
41 menit yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
1 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
2 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
4 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
16 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
17 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved